Pengusaha Lokal Demo Bupati, Begini Usulan Caketum HIPMI Sulsel

Herman Heizer dan Istri | Ist

Herman Heizer bersama Syifa Fauziah Ramli, HRD CRC| Ist

Makassar, LiputanLIMA.com – Ketua I HIPMI Makassar, Herman Heizer, ikut prihatin pengusaha lokal di Bantaeng ‘bersitegang’ dengan pemerintah setempat. Padahal, Herman yakin sepenuhnya, sinergitas kedua belah pihak bisa menciptakan multiplier efek positif pada pertumbuhan ekonomi daerah.

Caketum HIPMI Sulsel ini menilai pemerintah daerah harus membuka ruang yang lebih bagi pengusaha lokal.

“Memberdayakan pengusaha lokal itu sama saja mendorong agar perputaran uang tidak keluar dari daerah tersebut. Dengan begitu ekonomi daerah dipastikan bisa lebih dinamis,” terang Herman pada media, 24/07.

Memberdayakan pengusaha lokal sama saja dengan merangsang pertumbuhan ekonomi di daerah.

“Uang yang tidak keluar tapi berputar di daerah itu bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah. Lebih jauh, itu akan berefek pada pengurangan angka kemiskinan dan mengatasi pengangguran di daerah. Jadi jika diberdayakan, percayalah bahwa pengusaha lokal membantu tugas pemerintah meningkatkan taraf hidup masyarakatnya,” ujar Direktur Utama Celebes Research Center (CRC) itu.

Hanya saja, seru Herman, pengusaha lokal juga jangan hanya mengandalkan status saja.

“Jangan mentang-mentang pengusaha lokal lalu menuntut terlalu banyak tanpa mempersiapkan diri untuk menjawab tantangan kekinian. Pengusaha lokal juga harus memacu diri untuk meningkatkan kualitas. Lebih profesional. Jangan hanya bertameng sebagai orang lokal,” kata Herman.

Pengusaha lokal dituntut lebih siap menjemput tantangan eksternal. Seperti pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

“Jika tidak pandai merespons positif tantangan MEA, percayalah akan tertinggal,” terangnya.

Sederet usulan ini dilontarkan Herman merespons demo masyarakat Bantaeng yang tergabung dalam Forum Pemerhati Masyarakat Pengusaha Bantaeng Kamis (21/7). Mereka protes karena terpuruknya nasib pengusaha lokal di Bantaeng.

Ketua HIPMI Bantaeng, Imrianto Padu yang akran disapa Hj. Nono mendesak pemerintah membuat peraturan daerah untuk melindungi pengusaha lokal di Bantaeng.

“Selama ini kami merasa pemerintah tidak memberdayakan kami sebagai pengusaha lokal di bantaeng,” katanya.

(Rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *