Kontraktor PT. Te’ne Jaya Aniaya Jurnalis Online di Takalar

Ilustrasi | Int

Ilustrasi | Int

Takalar, LiputanLIMA.com – Pelecehan terhadap profesi wartawan tiada habisnya. Kali ini terjadi di Takalar dan menimpa jurnalis dari media online Rakyatku.com.

Pengawas Proyek Jalan Beton dari PT Te’ne Jaya menganiaya Wartawan saat melintas di area proyek pengecoran beton di Lingkungan Parialau, Kelurahan Takalar, Kecamatan Mappakasunggu, Kabupaten Takalar, Sabtu, (6/08/2016) malam.

Kejadian bermula saat korban Sukri Rate (29) tahun Jurnalis dari Media Online Rakyatku.com sedang melintas di area proyek pengecoran aspal. Tiba-tiba Pelaku Dg. Bombong(35) bersama rekan pekerja lainnya membawa skop proyek mendatangi korban lalu

memberhentikan secara paksa dengan kata-kata yang tidak sopan. Pelaku dengan spontan menganiaya korban dengan cara memukul bagian kepala menggunakan Tangan Kanan. Akibat dari pemukulan tersebut korban sempat mengalami rasa sakit kepala Dibagian kanan.

Akibat insiden ini, korban yang tidak terima dianiaya langsung melaporkan tersangka ke mapolres Takalar untuk diproses secara Hukum. Laporan disampaikan sekitar pukul 01.12 Wita dan diterima anggota satuan serse kriminal polres langsung dengan melakukan berita acara pemeriksaan.

“Saya berharap penegak hukum dapat menindak lanjuti kasus ini secepatnya, karena ini adalah kasus kriminal murni. secepatnya harus dilakukan penahanan terhadap tersangka. untuk menghindari timbulnya rasa ketidakpercayaan terhadap penegak hukum, ya sebaiknya pelaku diamankan.” jelas Syukri.

Imran Rajab Mursali, aktifis LSM di Takalar juga angkat bicara soal penganiayaan yang dilakukan oleh pengawas proyek PT. Te’ne Jaya terhadap Wartawan. Pihaknya merasa ada yang tidak beres dengan proyek tersebut.

“Kenapa mereka reaktif. Ini kekerasan terhadap wartawan,”ujarnya.

Menurutnya hal ini mengundang kecurigaan. Salah satu hal menurutnya didalam pekerjaan proyek ada sesuatu yang terkesan disembunyikan oleh mereka. apakah itu tinggi beton, lebar beton, kualitas beton sehingga mereka reaktif melakukan kekerasan terhadap wartawan.

“Oleh karena itu, pelaku harus cepat diamankan. ini kriminal murni, tidak boleh tidak, harus diamankan, apakah harus menunggu korban mati atau cedera dulu baru ditahan”. Tegasnya.

Polres Takalar melalui Kanit tipikor, Ahmad Saleh lewat via selulernya mengatakan laporan tersebut telah ditindak lanjuti. “Sementara akan kita ajukan berkas BAP ke meja Kapolres, kemudian kita tunggu siapa yang ditunjuk oleh kapolres untuk tangani kasus ini”.jelasnya.

(Hek)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *