Adnan Undang Danny Bahas Desain Renovasi Masjid Syekh Yusuf

img-20161031-wa0003

Gowa, LiputanLIMA.com – Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, mengundang khusus Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto ke Kantor Bupati Gowa, Senin (31/10/2016). Kedua kepala daerah ini bertemu untuk membahas renovasi pembangunan Masjid Agung Syekh Yusuf.

Sebelum menjabat Wali Kota Makassar, Danny Pomanto memang merupakan seorang arsitek. Salah satu karya Danny yang jadi ikon adalah anjungan Pantai Losari termasuk Masjid Terapung di Kota Makassar.

Menurut Adnan, dirinya sengaja mengundang Danny untuk meminta saran dan pendapat terkait renovasi masjid dan desain yang sudah dibuat oleh konsultan. “Pak Wali ini sudah banyak mendesain masjid yang jadi ikon. Beliau juga selama ini kalau mendesain masjid tidak pernah dibayar,” katanya.

Menghadirkan Danny untuk membahas secara detail renovasi masjid ini menunjukkan keseriusan Pemkab Gowa menjadikan Masjid Agung Syekh Yusuf sebagai ikon baru di Sulsel. “Kita mendengarkan masukan dan saran Pak Wali, kemudian kita akan rapatkan kembali dengan semua pihak terkait pembangunan ini,” ujar Adnan.

Sementara itu, Danny membuka pembicaraannya dengan ungkapan apresiasi atas rencana Pemkab Gowa menjadikan Masjid Agung Syekh Yusuf sebagai ikon baru.

“Saya resfek sekali dengan upaya pembangunan masjid ini. Ini luar biasa sekali secara filosofi dan religius,” ungkapnya. Melihat tampilan desain, Danny mengaku, dari anatomi struktur yang ada sudah berhasil mengeksplor anatomi daerah.

“Dia sudah square. Memang jika ingin membuat aikonik memang harus berbeda. Tapi tetap menunjukkan ini Gowa, The Kingdom of Gowa. Saya melihat ini sudah berhasil mengeksplor motif dan budaya Gowa,” ungkapnya.

Perencanaan atap dan kuba, kata Danny, terlihat seperti grafis dan lontara. Ia juga mengusulkan beberapa hal, seperti penambahan lampu di ujung menara. Termasuk ketebalan beberapa sudut dan bagian bangunan.

Danny membahas satu persatu tiap bagian masjid. Termasuk, potensi terburuk yang bisa terjadi jika menggunakan bahan-bahan tertentu. Keduanya juga sempat membahas terkait rencana pengembangan Gowa kedepan, salah satunya pemindahan ibu kota Kabupaten Gowa ke Pattallassang.

Pertemuan dua kepala daerah ini sendiri juga dihadiri oleh Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni Kr Kio, Ketua DPRD Gowa, Anzar Zaenal Bate, Sekda Gowa, H Muchlis, Ketua HIPMI Gowa, Omar Muhammad Sahar, beberapa Kepala SKPD dan donatur pembangunan masjid. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *