Nurani Strategic: RMS & Nurdin Halid Selangkah Lebih Maju di Pilgub Sulsel

photogrid_1480420337789

Nurdin Halid & Rusdi Masse

Makassar, LiputanLIMA– Pilgub Sulsel masih dua tahun lagi. Namun beberapa figur sudah mulai bermunculan, diantaranya Ichsan YL, Nurdin Abdullah, Nurdi Halid, Akbar Faizal, Rusdi Masse dan beberapa nama lainnya. Nama tersebut menurut Nurmal Idrus, Direktur Nurani Strategic menjelaskan setidaknya harus memiliki beberapa modal politik. Faktor jaringan dan kuatnya infrastruktur tim menjadi salah satu faktor terpenting dalam menunjang kemenangan seorang figur di pemilihan kepala daerah.
Infrastruktur jaringan yang rapi dan hingga mencapai strata terbawah pemilih akan memudahkan calon untuk menyampaikan keinginannya, programnya dan juga mobilisasi pemilih.

“Siapa calon yang punya infrastruktur kuat dan bisa menjangkau hingga strata paling bawah pemilih, maka dia berpeluang untuk mengendalikan pemilih. Jaringan itu bisa digunakan untuk melakukan apa saja dalam memengaruhi pilihan pemilih,” kata Nurmal Idrus.

Atas dasar itu, Nurmal menyatakan, jika berbicara hari ini, setidaknya ada dua figur yang punya potensi untuk menang karena punya jaringan infrastruktur kuat. “Nurdin Halid paling terbuka peluangnya karena mengendalikan infrastruktur jaringan Partai Golkar yang menyentuh hingga desa. Itu modal penting karena dengan demikian NH bisa mengirimkan apa saja kepada pemilih dengan mudah. Kemudian, Rusdi Masse yang juga kini mulai mampu mengendalikan Partai Nasdem,” ujarnya.

Keduanya berbeda dengan calon lain karena masing-masing menjadi ketua partai. “Posisi sebagai ketua partai membuat keduanya punya power full untuk mengendalikan partai. Itulah bedanya dengan calon yang kemudian hanya diusung parpol. Status usungan parpol sering hanya dapat dukungan dengan cek kosong,” kata mantan Ketua KPU Makassar ini.

Untuk itu, agar bisa mengimbangi keduanya, Nurmal menyarankan agar calon lain bisa segera mengendalikan juga sebuah partai atau membangun jaringan relawan yang kuat dan teroganisir.

“Kita sebenarnya tak bisa hanya mengandalkan popularitas dan elektabilitas berdasarkan hasil survey saja. Sulsel terlalu besar dengan pemilih yang lebih banyak tinggal dipelosok desa. Mereka tak punya akses terhadap informasi. Hanya dengan jaringan yang kuat mampu menjangkauh mereka,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *