Survei JSI: Meski Masih Unggul, Bur-Nojeng Harus Waspada

Burhanuddin Baharuddin – Nasir Ibrahim
Jakarta, LiputanLIMA.com– Perebutan kursi bupati dan wakil bupati di Pilkada Takalar 15 Februari 2017 mendatang diprediksi bakal ketat. Duet Burhanuddin Baharuddin-Natsir Ibrahim (Bur-Nojeng) yang berposisi petahana diprediksi belum sepenuhnya di posisi aman.

Jaringan Suara Indonesia (JSI), dalam survey terbaru yang dilakukan Desember 2016, selisih dua pasangan yang bertarung di Takalar, yakni Bur-Nojeng Versus Syamsari Kitta-Achmad Dg Se’re (SK-HD) selisih nilai elektoralnya semakin menipis.

“Dibanding survei sebelumnya, elektabilitas keduanya tidak lagi berjauhan,” sebut Konsultan Pemenangan JSI, Arif Saleh saat ditanya hasil survei terbarunya untuk Pilkada Takalar, Minggu (1/01/17).

Arif juga tidak menampik jika elektabilitas petahana mengalami penurunan, meski dirinya enggan membuka persentase elektabilitas dua pasangan itu.

“Pasangan petahana memang masih unggul dari SK-HD. Tapi trendnya mengalami penurunan. Sementara SK-HD yang berada di posisi kalah, trendnya mengalami kenaikan,” tutur alumnus UIN Alauddin Makassar ini.

Syamsari Kitta – Achmad Se’re

Disinggung peluang dua pasangan tersebut, Arif menyebut jika Bur-Nojeng sangat memungkinkan “oppo” kembali jika elektabilitasnya hari ini mampu dipertahankan, apalagi bisa ditingkatkan di sisa waktu yang ada jelang pencoblosan.

“Tetapi kalau situasinya seperti yang terekam di survei Bur-Nojeng terus mengalami penurunan, dan SK-HD trendnya terus naik, maka bisa saja terjadi kejutan di Takalar,” papar eks redaktur politik di salah satu Koran harian ini.

Sekadar diketahui, di survei JSI yang digelar Desember 2016 dengan melibatkan 440 responden, juga memotret kecenderungan pemilih yang sudah menentukan pilihan, tapi memungkinkan bisa berubah pilihan jelang pencoblosan yang tersisa sekira satu bulan lebih.

Hanya saja, Arif memilih tidak ingin menyebut berapa persentase pemilih yang masih memungkinkan berubah, termasuk yang belum memutuskan pilihan. “Tapi kalo swing voters (pemilih mengambang) persentasenya itu semakin sedikit,” pungkas Arif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *