Ini Strategi DPI Menangkan BUR – HN di Takalar

Dedi Alamsyah bersama Ketua Harian DPP Partai Golkar, Nurdin Halid. Dok

Dedi Alamsyah bersama Ketua Harian DPP Partai Golkar, Nurdin Halid. Dok

Takakar, LiputanLIMA.com – PT Duta Politika Indonesia (DPI) akhirnya menegaskan posisinya di Pilkada Takalar.DPI ada saat ini mensupport pasangan Petahana (BUR – HN) di Pilkada Takalar.

Direktur Eksekutif PT Duta Politika Indonesia DPI Dedi Alamsyah Mannaroi mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan Program Door to Door Campaign (DTDC) di Takalar.

Program itu merupakan strategi wajib dari sebuah kegiatan politik yang dilakukan oleh Konsultan Politik. Program DTDC itu dilakukan oleh ratusan relawan terlatih yang terbiasa berinteraksi dengan masyarakat.

“Mereka mensosialisasikan keberhasilan pasangan BUR – HN dan program yang akan dilakukan diperiode keduanya nanti”.urai mantan Jurnalis Smart FM ini.

Dedi menambahkan relawan itu bersifat khusus dan diluar struktur tim yang ada di BUR – HN, akan tetapi sudah berkoordinasi dengan pasangan BUR – HN.

“Mau dibilang kami ini konsultan politiknya pak BUR – HN, itu kami kembalikan kepada masyarakat, yang pasti DPI support pasangan BUR – HN di Pilkada Takalar. Kami sudah jalan hampir satu bulan, melibatkan relawan khusus yang sudah terlatih di pemenangan pilkada,” kata Dedi, Selasa, (1/11/2016).

Dia melibatkan ratusan orang, yang bertugas mendatangi puluhan rumah perhari di semua desa. Para relawan juga membawa atribut khusus yang ditempelkan pada rumah yang telah dikunjungi.

DPI menargetkan Desember mendatang, program door to door campaign ini rampung. “Intinya mensosialisasikan keberhasilan Bur-Nojeng selama menjabat, sekaligus mengidentifikasi desa yang menjadi kantong pemenangan, dan yang menjadi kelemahan tim,” bebernya.

DPI sendiri pernah membuat sensasi di Pilkada Gowa tahun lalu. Kala itu, Dedi menantang semua lembaga konsultan politik yang menyatakan Adnan-Kio kalah, untuk membubarkan lembaga mereka jika itu terbukti. Walhasil, Adnan-Kio memenangkan Pilkada Gowa, dan tak ada lembaga yang menerima tantangan DPI. (Hek)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *