Persulit Kredit Warga, Bur-Nojeng: BRI Tidak Boleh Terlibat Politik Praktis

img-20160219-wa0019

Takalar, LiputanLIMA– Tim pemenangan calon petahana Burhanuddin Baharuddin – Ibrahim Natsir angkat bicara soal adanya dugaan keterlibatan salah seorang oknum pegawai Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Pattallassang dalam berpolitik praktis.

Oknum pegawai tersebut secara terangan terangan mendukung salah seorang kandidat bupati. Tim pemenangan Haji Bur-Haji Nojeng menilai bahwa eksistensi BRI di daerah ini sudah tidak profesional lagi dalam menjalankan misi perbankan.

“Fungsi BRI atau perbankan manapun pada umumnya menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan berupa pinjaman atau kredit kepada masyarakat,” ucap Andi Noer Zaelan, ketua tim pemenangan petahana.

“Jadi kalau ada oknum pegawai BRI yang terlibat politik praktis, kemudian mengarahkan masyarakat mendukung calon tertentu, berarti pegawai BRI itu tidak profesional. Harus disangsi tegas sesuai aturan,” tambahnya

Diketahui, beberapa waktu lalu, seorang warga kelurahan Pappa, Rosmiati Dg Kati mengaku dipersulit oleh BRI Unit Pattallassang, Takalar saat memohon kredit. Ketika itu, surveyor kredit BRI mendatangi rumahnya. “Dirumah saya ada atribut tim nomor urut 1. Surveyor tanya, kenapa ada gambar itu. Saya bilang saya timnya pak,”beber Rosmiati. Anehnya, petugas BRI tersebut menjelaskan bahwa pimpinannya di BRI Unit Pattallassang adalah kerabat dari paslon yang lain. “Petugas itu menyarankan saya memasang stiker calon lain. Karena pimpinannya kerabat dengan calon itu. Saya minta kembalikan saja berkasku, nanti saya cari bank yang lebih profesional,”jelasnya lagi.

Rosmiati menjelaskan kreditnya di BRI telah dikabulkan. “itupun dicairkan tidak sekaligus pak. Nanti lagi katanya,”jelasnya ketika dihubungi awak media,  Jumat (19/11/2016).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *