Usai Dilengserkan, Fahri Hamzah Bilang “Jika Kita Terpaksa Pergi, Aku Akan Menjadi Yang Terakhir”

Fahri Hamzah | int

Fahri Hamzah | int

Makassar, LiputanLIMA.com – Usai dipecat dari partainya, Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah kini mengunggah tulisan pada akun facebook pribadinya.

Berikut unggahan Wakil Ketua DPR RI itu yang diberi judul Jika Kita Terpaksa Pergi, Aku Akan Menjadi Yang Terakhir :

malam ini, kisah ku mengguncang mu..
kau merasa kita seperti akan berpisah..
kau mendengar seolah aku akan pergi
dan tak akan pernah kembali..
aku melihatmu terpukul.. bersedih..
kata-kata mu tertahan.. terbata-bata..

kau seperti sulit mengungkap perasaan..
bulir-bulir hangat itu mulai mengalir..
aku ingin menenangkanmu sahabat…
jangan bersedih.. lerai airmatamu..
aku ingin mencintaimu tetap seperti dulu..
seperti pelepah dan bulir-bulir..

seperti embun dan ilalang pagi yang dingin..
kau bertanya,
inikah takdir kita dan di sinikah ia berakhir?
aku jawab, tidak..
inilah perjalanan kita dan ia akan terus mengisi hari-hari..

perjalanan kita kaya, perjalanan kita penuh romantika..
aku takkan lupa di mana kau berada.. pada hari ia bermula..
kita disebut ikhwan muda, dan kita duduk bersama..
dalam halaqah kita.. di halaman kampus kita.
kita menghafal alquran..

kita mendalami sunnah dan kehidupan tauladan..
kita mendengar dan bertukar fikiran..
atas risalah akhir zaman.
kita membaca tanda-tanda zaman..

kita membahas dialektika kehidupan..
teori sosial dan sastra perubahan..
hingga ia dianggap sempurna menjadi bekalan..
dan kita terjun ke lapangan..
kini kita telah jauh.. berada di sini..

setelah setahap kesempurnaan..
kita memulai, kita meniti..
kita terus belajar menjadi insan..
menjadi yang datang untuk perbaikan..
maka aku tidak maksudkan ini..

kecuali untuk perbaikan..
jangan bersedih sahabat..
jangan takut dengan jarak..
dunia ini bulat..
perputaran adalah hukum alam yang bergantian..
ditiup angin.. diseret arus pasang..

aku berjanji takkan pergi..
jika kita terpaksa pergi, aku akan menjadi yang terakhir..
aku akan bertahan..
ini rumah ku.. ini rumahmu.. ini rumah kita..
seberapa kuat aku akan menjaga ini semua.. sekuat kau.. sekuat kita semua..
tetapi ini bukan sengketa..
ini cinta.. inilah cara kita saling menjaga..

tetapi jika ia adalah benci..
terbakarlah kita semua jadi debu..
aku berlindung kepada Allah dari benci yang membakar hati..
aku tidak punya kehendak lain kecuali kebaikan dan perbaikan..
hanya itu..
bersabarlah kawanku.. aku mendoakanmu..

@Fahrihamzah, Senin malam (4/4/2016).

(Asrul)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *