Terpilih Jadi Ketum Golkar, SYL Siap Mundur Dari Jabatan Gubernur Sulsel

IMG-20160226-WA0015

Syahrul Yasin Limpo | Dok

Solo, LiputanLIMA.com – Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo (SYL), memutuskan akan maju sebagai calon Ketua Umum DPP Partai Golkar. Sebagai kandidat dia mengaku sangat siap jika dipercaya memegang jabatan itu.

Bahkan dia menegaskan siap melepas jabatan gubernur jika memang jabatan itu membutuhkan kehadirannya di Jakarta setiap saat sebagai pengendali utama partai.

Hal tersebut disampaikan Syahrul kepada wartawan di sela-sela menghadiri pertemuan dengan pengurus Partai Golkar DPD I dan DPD II se-Jawa Tengah di The Sunan Hotel, Solo, Jumat (8/4/2016) malam.

“Kesediaan saya maju sebagai ketua umum bagi saya yang penting bukan jabatannya, tetapi bagaimana ikut memberikan kontribusi agar Partai Golkar ini menjadi partai yang kembali besar, mengakar dan berguna bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun jika nantinya untuk menjadi ketua umum itu memang sangat memerlukan tenaga, pikiran dan kehadiran fisik yang sangat besar, bagi saya bisa saja melepas yang di Sulawesi (jabatan gubernur),” jelasnya seperti diberitakan detik.com.

Sebagai kandidat, SYL mengaku baru kali ini dia datang ke daerah untuk mencari dukungan.

Menurutnya selama ini dia justu didatangi oleh pengurus daerah maupun pusat. Namun Jawa Tengah dianggapnya sebagai kantong dukungan yang harus didatangi karena mempunyai jumlah pengurus daerah yang paling banyak sehingga dukungan dari Jawa Tengah dianggapnya sangat penting.

Sebelum menemui para pengurus Golkar Jawa Tengah di Solo, Syahrul lebih dulu menyempatkan diri sowan ke ibunda Jokowi, Sudjiatmo Noto Mihardjo.

Kedatangannya menemui Sudjiatmi, kata Syahrul, selain sebagai tata krama ketimuran untuk bertemu sesepuh juga untuk membalas kebaikan Jokowi ketika berkunjung ke Makassar juga menyempatkan bertemu dengan ibundanya.

Langkah Syahrul tersebut berbeda dengan para kandidat lain yang setiap melakukan konsolidasi di Solo terlebih dulu sowan ziarah ke makam Pak Harto di Giribangun, Karanganyar.

Menurutnya, suatu saat dia juga akan melakukan hal yang sama namun bukan dalam waktu sekarang. Selain karena waktunya yang tidak memungkinkan, juga karena dia ingin ziarah secara khusus.

“Nantinya pasti saya juga akan melakukan itu (ziarah ke makam Soeharto), tapi tidak bisa sekarang. Nanti mencari waktu khusus,” ujarnya.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *