Masyarakat Makassar Masih Menginginkan Paket DIA Dilanjutkan

Dok

Dok

Makassar, LiputanLIMA.com – Celebes Research Center (CRC) merilis survei terkait Potret Opini Publik Terhadap Dua Tahun Kinerja Pemerintahan DIA, hasilnya masyarakat mempersepsikan Makassar dibawah kepemimpinan Moh Ramdhan Pomanto dan Syamsu Rizal jauh lebih baik dari pemerintahan sebelumnya.

Direktur CRC, Herman Heizer mengungkapkan bahwa karena kinerja Walikota dan Wakil Walikota Makassar itu dinilai baik oleh masyarakat sehingga pasangan Danny-Ical diprediksi masih memiliki kans yang cukup baik jika kembali bergandeng pada Pilwalkot 2018.

“Masyarakat masih menganggap Danny-Ical sebagai duet yang mampu membangun Makassar. Tapi kami tidak bisa sebut angka pastinya. Ya masih di atas 50 persen lah,” ujar Herman sesaat setelah memaparkan hasil surveinya, di Hotel Fave, pada Kamis (2/6/2016).

Dari survei awal yang dilakukan oleh CRC, isu keretakan pasangan Danny-Ical rupanya tidak diketahui oleh kebanyakan masyarakat Makassar. Katanya, konflik interes antar-personal tersebut hanya diributkan di tingkatan elite.

Bagi Herman, meski isu keretakan itu menyeruak, tapi Danny dan Deng Ical pasti mempertimbangkan hasil survei yang mencoba kembali menyandingkan mereka. “Politik itu dinamis, bisa saja beliau melanjutkan duet itu kalau keinginan masyarakat Makassar sangat tinggi,” imbuhnya.

Diketahui, hasil survei CRC yang mencoba memisahkan kinerja Danny dan Deng Ical tidak beda jauh. Keduanya, kata Herman, masih dipersepsikan masyarakat memiliki peran yang sama untuk membangun Makassar.

Sementara itu, pengamat politik Unhas, Aswar Hasan menilai, survei yang dilakukan di bulan April, masih bisa berubah seiring waktu.

“Dari survei yang disajikan CRC kita melihat masyarakat masih menginginkan paket DIA tetapi saya kurang yakin kalau pasangan ini akan berlanjut,” beber Aswar.

Aswar menilai kemungkinan tidak berlanjutnya paket DIA di Pilwalkot mendatang bukan karena perbedaan pendapat antara Danny Pomanto dan Syamsu Rizal.

“Orang-orang disekitar dua figur ini yang sepertinya enggan lagi untuk memaketkan karena kepentingan politik,” pungkasnya.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *