CRC: Di Pilkada Takalar, Petahana Berpotensi Kuat Terpilih Kembali

Pilkada Takalar | Dok

Pilkada Takalar | Dok

Makassar, LiputanLIMA.com – Meski pemilihan kepala daerah Kabupaten Takalar akan digelar pada 15 Februari 2017 berbarengan dengan 100 daerah lain di Indonesia yang dilakukan secara serentak, jalan persaingan menuju orang nomor satu di kabupaten tersebut dinilai tidak akan menjadi hambatan berarti bagi sang petahana, Burhanuddin Baharuddin. Demikian disebut seperti dari analisa data yang dilansir oleh lembaga survei Celebes Research Center (CRC), Rabu, 29 Juni 2016.

“Pada pertanyaan terbuka (top mind), Burhanuddin Baharuddin jauh mengungguli para nama-nama yang disebut oleh pemilih akan maju pada pilkada Februari 2017 nanti. Petahana dipilih 21,2% pemilih, sedangkan yang masih merahasiakan pilihannya sebanyak 61,2%. Di posisi kedua ada nama politikus PKS Sulsel, Syamsari Kitta yang juga pernah bertarung sebelumnya, dengan dukungan sebanyak 12,9%. Sedangkan nama-nama seperti Andi Makmur A. Sadda (1,5%), Natsir Ibrahim dan Jabir Bonto (1,7%), Alimuddin Namba dan Ahmad Daeng Se’re (0,5%), Tenri Olle Yasin Limpo, Sindawa Tarang dan Ikrar Kamaruddin masing-masing 0,2%. Dari data ini bisa dibilang petahana sangat berpotensi kuat terpilih kembali,” ujar Andi Wahyuddin, Direktur Riset CRC pada media dengan menyebut data hasil survei yang pernah dilakukan lembaganya belum lama ini.

Pada saat ditanyakan ke pemilih dengan daftar nama, lanjut Wahyuddin, dukungan ke Burhanuddin Baharuddin dan Syamsari Kitta mengalami penguatan.

“Saat ditanya dengan simulasi nama, Burhanuddin Baharuddin naik menjadi 49,0%, sedangkan Syamsari Kitta naik menjadi 27,8%. Nama-nama lainnya masih di bawah 4%,” bebernya.

Soal kemungkinan berapa pasangan dan siapa berpasangan dengan siapa yang akan muncul dan secara politik kuat untuk bertarung, Wahyu menduga di pilkada Takalar kemungkinan besar akan terjadi skema politik head to head jika melihat data tersebut. Namun ia juga tak menampik akan ada skema lain dari manuver-manuver politik yang akan terjadi ke depan.

“Data tersebut menunjukkan bahwa hanya Syamsari Kitta yang punya peluang besar untuk bersaing dengan incumbent. Namun, lagi-lagi dalam politik, perubahan begitu dinamis dan bisa terjadi kapan saja. Paling banyak pasangan yang akan berkompetisi hanya tiga pasang,” katanya.

Survei yang dilakukan pada akhir Mei hingga awal Juni itu juga memotret simulasi pasangan yang paling diinginkan masyarakat Takalar. Dalam daftar simulasi tiga pasangan calon; Burhanuddin Baharuddin-Natsir Ibrahim, Syamsari Kitta-Ahmad Daeng Se’re dan Andi Makmur Sadda-Sindawa Tarang, pasangan Burhanuddin Baharuddin-Natsir Ibrahim ternyata tetap diinginkan masyarakat untuk kembali menahkodai Takalar dengan persentase 51,7% sedangkan pasangan Syamsari Kitta-Ahmad Daeng Se’re 34,4%, dan Andi Makmur Sadda-Sindawa Tarang 7,3%. Masih tersisa 6,6% pemilih yang belum menentukan pilihan.

“Meski ada nama pasangan lain yang disandingkan dengan Burhanuddin Baharuddin, nampaknya Daeng Nojeng, sapaan akrab wakil bupati, pasangan petahana ini (Burhanuddin Baharuddin-Natsir Ibrahim) masih menjadi harapan pemilih Takalar untuk melanjutkan roda pemerintahan lima tahun ke depan,” tandasnya.

(Rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *