Ini Perang Koalisi Parpol di Pilkada Takalar

Pilkada Takalar | Dok

Pilkada Takalar | Dok


Takalar, LiputanLIMA.com – Hampir dipastikan kontestasi Pilkada Takalar hanya diikuti dua pasangan calon. Mereka adalah pasangan petahana Burhanuddin Baharuddin – Nasir Ibrahim dan pasangan Syamsari Kitta – Ahmad Se’re.
Pasangan petahana bisa dikatakan sebagai calon yang diusung koalisi besar partai politik yang terdiri dari 23 kursi.

Koalisi petahana terdiri dari Partai Golkar(6 kursi), PAN (2 kursi), PDIP (1 kursi), Hanura (1 kursi), Gerindra (3 kursi), PBB (1 kursi), PPP (1 kursi), Demokrat (3 kursi) dan PKPI (3 kursi). Dalam pertemuan di para pimpinan partai pengusung tersebut di rumah jabatan Bupati Takalar Selasa (20/9/2016) siang, disepakati koalisi ini dinamakan Koalisi 88. Angka 88 sendiri mengacu kepada simbol nama Burhanuddin Baharuddin. Sebagai kordinator koalisi, diangkat Muh Jabir Bonto, politisi Golkar yang juga ketua DPRD Takalar. “Iya, saya diangkat sebagai kordinator koalisi partai pengusung,”ujar Jabir.

Di kubu seteru abadi petahana, Syamsari Kitta – Ahmad Se’re terdiri dari tiga koalisi partai dengan tujuh kursi. Partai tersebut adalah PKS (4 kursi), Nasdem (2 kursi) dan PKB (1 kursi). Dari meme yang disebar di media sosial, tim Syamsari menamakan Koalisi Kerakyatan.

“Partai yang bergabung di paket ini, kita anggap partai yang memahami kehendak rakyat”,ujar ketua DPD PKS Takalar, Hairil Anwar. Betapa tidak, menurut Hairil, PKS butuh waktu yang cukup lama untuk mendapatkan tambahan partai koalisi. “Nasdem dan PKB partai yang paham demokratisasi. Bahwa rakyat harus diberikan pilihan,”jelas Hairil yang juga wakil ketua DPRD Takalar.

Pilkada Takalar akan digelar pada 15 Februari 2017 dan merupakan satu satunya Pilkada di Sulsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *