Begini Analisis JSI Soal Pilkada Takalar

Pilkada Takalar | Dok

Pilkada Takalar | Dok


MAKASSAR – Pilkada Takalar yang akan dihelat Februari tahun depan, mulai berlangsung dinamis. Lantas, Siapa kira kira yang berpeluang sebagai pemenang.

Lembaga konsultan politik Jaringan Suara Indonesia (JSI) memiliki data dan analisis sendiri. JSI menyebutkan, Pilkada Takalar akan berlangsung cukup ketat mengingat akan tersaji pertarungan head to head. Yang pasti, pasangan Syamsari Kitta-Achmad Dg Se’re harus bekerja ekstra untuk menaklukkan duet petahana Burhanuddin Baharuddin-Natsir Ibrahim.

“Kami punya angkanya. Namun kami tidak bisa publish. Tapi memang incumbent masih leading,” kata Supervisor Pemenangan JSI, Arif Saleh, Senin (3/10/2016).

Namun ditambahkan Arief, kondisi ini masih membuka peluang perubahan. Bahkan besar kemungkinan akan mengalami penurunan. “Masih bisa berubah. Data kita menunjukkan angka swing voters masih dikisaran di atas 10 persen. Jika Syamsari mampu bekerja efektif, situasi akan lain,”beber putra Wajo.

Menurut Arif, yang harus dilakukan Syamsari-Dg Se’re adalah meyakinkan pemilih dengan program yang ditawarkan. “Yang terpenting teknik sosialisasi yang tepat sasaran. Jika efektif, maka elektabilitas Bur-Nojeng bisa tergerus,”tambahnya.
Lantas bagaimana dengan tagline Berua Baji yang dipopulerkan Syamsari?. JSI menilai, tagline ini jika tidak dikelola dengan baik, akan menjadi bumerang bagi kubu Syamsari. “Kubu penantang petahana harus bisa meyakinkan pemilih dengan tawaran program yang baru. Yang belum dimiliki atau belum dilakukan incumbent.”jelasnya lagi. Berua Baji menurut Arif tidak sekedar diasosiasikan sebagai figur baru. “Tidak sekedar mengganti Bupati dengan yang baru,”urai eks jurnalis ini.

Lantas potensi apa yang bisa menyebabkan penurunan dukungan ke petahana? Pihak JSI menilai salah satunya bisa disebabkan tidak solidnya semua perangkat daya dukung. “Petahana didukung oleh koalisi parpol gemuk. Namun jika tidak solid, pergerakan mesin partai tidak efektif, maka mempengaruhi elektabilitas incumbent.”tutup alumnus IAIN Alauddin.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *