Pilgub Sulbar, PSI : Trend ABM – Enny Menurun, Lawannya Naik

Arief Wicaksono

Makassar, LiputanLIMA.com – Direktur Eksekutif PT Pedoman Suara Indonesia (PSI), Dr Arief Wicaksono menilai bahwa Pilgub Sulbar semakin dinamis. Hal ini disebabkan kandidat Ali Baal Masdar – Anggraeny Anwar (ABM – Enny) yang selama ini jauh lebih unggul dari pasangan Suhardi Duka-Kalma Katta (SDK-KK), dan Jendral Salim Mengga-Hasanuddin Masud (JSM – Hamas) kini trend elektabilitasnya cenderung menurun. Disisi yang lain, trend pasangan SDK-KK dan JSM-Hamas cenderung bergerak naik.

“Padahal per awal bulan Agustus 2016, elektabilitas ABM – Enny yang sempat memimpin dengan prosentase 42 persen, kini justru mengalami penurunan yang cukup signifikan dibulan Oktober 2016 diangka 31 persen.”beber Arief Wicaksono, Bos PT. PSI, Rabu (18/10/2016) melalui keterangan tertulisnya.

Sebaliknya, menurut Arief, pasangan SDK – KK yang diusung oleh Partai Demokrat, PKS dan Hanura, memiliki trend elektabilitas yang naik 3 persen, dari angka 18 persen per awal Agustus 2016, menjadi 21 persen per Oktober 2016. Sedangkan untuk survey perseorangan JSM per Agustus 2016 yang elektabilitasnya baru mencapai 9 persen, setelah berpaket dengan Hamas, kini trendnya meningkat sekitar 12 persen.

Data tersebut mencerminkan dinamika peta dukungan kandidat calon gubernur pada Pilgub Sulbar akan menjadi sangat ketat, sebab kandidat yang awalnya kuat, kini mengalami penurunan trend, sedangkan pesaingnya terus mengejar dengan trend survei yang meningkat.

Pemetaan ini sekaligus dapat menjadi gambaran tentang signifikansi perubahan jumlah calon pemilih yang belum menentukan pilihan (undecided voters atau swing voters) masih cukup tinggi, yaitu masih berkisar diatas 30-an persen.

“Berdasarkan dinamika tersebut, terlihat bahwa kompetisi memperebutkan potensi swing voters dan atau undecided voters di Sulbar, cenderung lebih kuat menggambarkan pergerakan paket JSM – Hamas dan SDK – KK di arus bawah ketimbang pergerakan pasangan ABM – Enny yang cenderung elitis. Jika pasangan ABM – Enny, kurang kreatif dan tidak cepat mengakselerasi pergerakan kebawah, maka kecenderungan tersebut akan terus berlanjut, karena pada umumnya, perilaku swing voters mengikuti perilaku pemilih yang telah menentukan pilihan”demikian Arief Wicaksono.

(Hek)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *