Panwaslu Takalar Dituding ‘Berat Sebelah’

Takalar, LiputanLIMA.com– Ratusan orang yang mengatas namakan Aliansi Masyarakat Penegak Demokrasi (AMPD) mendatangi kantor Panwas Takalar, Jumat (20/1/2017) siang.
Kedatangan mereka dalam rangka melakukan protes atas netralitas Panwas di pelaksanaan Pilkada Takalar. AMPD juga menyorot kinerja panwas yang dinilai berpihak pada salah satu calon. “Bayangkan saja, secara terang benderang puluhan ASN bergerak mencari suara untuk calon tertentu,”kata Azwar, Korlap AMPD. Belum lagi, menurut Azwar insiden di Wisma Azman beberapa hari lalu. “Puluhan ASN berbaris keluar wisma. Alasannya bahas umrah. Tidak ada juga pengusaha travel yang kelihatan disana,”katanya lagi.
Salah seorang orator yang lain secara lantang menyorot sosok salah seorang komisioner Panwaslu, Saifuddin. “ini semakin parah. Saudara Saifuddin adalah anggota Tim 9 Syamsari pada Pilkada 2012 lalu. Persinggungan kepentingannya besar,”kata Yunus Nyampa. Tim 9 menurut mereka adalah tim perumus visi misi Syamsari Kitta – Hamzah Barlian pada Pilkada 2012.


Ibrahim Salim, Ketua Panwaslu Takalar yang menerima aspirasi di tengah demonstran menjelaskan bahwa pihaknya telah bekerja maksimal. “Kami bekerja sesuai aturan. Tidak serta merta kami melakukan tindakan diluar kewenangan dan aturan,”kata Ibrahim.
Selain itu, soal status koleganya di Panwas, Ibrahim menjelaskan bahwa proses rekrutmen komisioner panwas telah melewati proses secara transparan dan terbuka. “Prosesnya panjang. Tim seleksi waktu itu melibatkan psrtisipasi masyarakat. Jadi agak aneh, jika ada komisioner yang lolos dan dinilai pernah terlibat politik praktis. Saat seleksi pasti ketahuan,”terangnya lagi. Meski demikian, Ibrahim menegaskan bahwa Panwas hanya berpihak pada aturan. “Keberpihakan kami pada aturan. Kami akan lebih baik lagi ke depan,”tegas Ibrahim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *