Belum Juarai EPL, Leicester Sudah Pecahkan Rekor

Leicester City's Jamie Vardy (centre) celebrates scoring his side's third goal of the game during the Barclays Premier League match at The Hawthorns, West Bromwich. PRESS ASSOCIATION Photo. Picture date: Saturday October 31, 2015. See PA story SOCCER West Brom. Photo credit should read: Nigel French/PA Wire. RESTRICTIONS: EDITORIAL USE ONLY No use with unauthorised audio, video, data, fixture lists, club/league logos or "live" services. Online in-match use limited to 45 images, no video emulation. No use in betting, games or single club/league/player publications.

Leicester City | Int

Makassar, LiputanLIMA.com – Leicester City menjelma menjadi fenomena di dunia sepak bola. Klub kecil, tanpa dihuni pemain bintang berjibaku dari papan bawah liga Premier Inggris menjadi pemuncak klasemen.

Skuat Claudio Ranieri itu memang belum bisa memastikan mengangkat trofi juara, masih butuh tiga kemenangan. Namun, The Fox, julukannya, sudah diambang pemecahan sejarah di Inggris.

Meski begitu, Leicester justru sudah mencetak sejarah, bukan di Inggris, tapi di Italia. Seperti diberitakan Mirror, Senin (11/4/2016), Leicester menjadi berita utama di koran olahraga terbesar Italia, Corriere dello sport pada Senin pagi.

Sekadar diketahui, Corriere dello sport tidak pernah mengangkat klub non Italia sebagai berita utama di halaman depan mereka. Itu luar biasa, karena bukan Barcelona, Real Madrid atau Paris Saint-Germain yang bisa membuat Corriere dello sport merubah kebiasaan mereka. Hanya klub kecil Inggris bernama Leicester City.

Leicester memang sukses di bawah pelatih asal Italia, Claudio Ranieri. Namun, ada beberapa pelatih Italia yang lebih populer, bersama klub-klub elit Eropa. Misalnya mantan pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti, yang akan menangani Bayern Munich musim depan. Lainnya, seperti Fabio Capello.

(*/Luqman)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *