B2 dan B3 USAID Disambut Positif oleh Siswa, Orang Tua dan Guru

usaid

Muhsin sedang mempraktikkan strategi membaca bersama dengan menggunakan big book di kelas 3 SDN Kakatua Kec. Mariso Kota Makassar | Dok

 

Makassar, LiputanLIMA.com – Abdul Muhsin, S. Pd, M. Pd, guru kelas 3 SDN Kakatua dan salah satu fasilitator daerah (fasda) kota Makassar setelah hampir dua pekan mempraktikkan penggunaan big book (B2) dan buku bacaan berjenjang (B3) dalam proses pembelajaran di kelas 3 SDN Kakatua Kecamatan Mariso Makassar, telah menampakkan sebuah perubahan dari hari-hari sebelumnya.

Muhsin saat dikonfirmasi mengatakan, perubahan yang dirasakan tersebut jika dianalogikan bagaikan semut yang mencari gula. Mereka seakan-akan tersihir dengan hadirnya beberapa buku-buku baru yang penuh dengan warna dan gambar, yang berasal dari USAID PRIORITAS.

Menurutnya, bukan hanya para siswa saja yang antusias dengan Big Book (B2) dan buku bacaan berjenjang (B3), guru pun demikian, semakin bersemangat untuk menjalankan program membaca 15 menit sebelum jam pelajaran dimulai, karena ternyata buku tersebut memberikan efek yang sangat positif, yang dulunya para siswa menyengajakan datang terlambat dan sekarang mereka menyengajakan datang lebih awal agar memiliki waktu membaca yang lebih banyak.

“Alhamdulillah, setelah mendengar beberapa cerita dari orang tua siswa adanya perubahan dan semangat belajar siswa merupakan diluar dugaan saya, inilah yang membuat saya tergugah, termotivasi dan lebih ikhlas untuk lebih membelajarkan Big Book (B2) dan buku bacaan berjenjang (B3) ini sebaik mungkin. Alangkah senang dan bangga rasanya melihat begitu banyak perubahan positif yang terjadi pada diri siswa saya di kelas,” ucap Muhsin, Minggu (13/3/2016).

Pun orang tua siswa merasakan kegembiraan yang sama atas buku tersebut. Orang tua siswa mengaku anaknya bersemangat ke sekolah sejak datangnya buku tersebut di sekolah mereka.

“Pak, tinggal ka liat ki anakku apa yang na bikin di sekolah, karena adami beberapa hari ini, baru setengah tujuh menangis mi minta diantar ke sekolah, tidak mau terlambat bede’, karena na bilang buku cerita yang na bawa sama na ajarkan ki’ pak guru bagus-bagus,” ungkap salah satu orang tua siswa.

 

Sulaeman Soele | Citizen Reporter


 

Kirimkan berita seputar kegiatan organisasi Anda ke redaksi@gmail.com disertai dengan nama penulis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.