5 Hal Menarik Deklarasi Relawan Pendidikan Sulawesi

Walikota Makassar Ramdhan Pomanto saat menghadiri Deklarasi Relawan Pendidikan Sulawesi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang. (ahmad)

Makassar, LiputanLIMA.com – Sekelompok orang yang mengatasnamakan diri sebagai Relawan Pendidikan Sulawesi hari ini mendeklarasikan diri. Deklarasi yang digelar di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa Antang tersebut dihadiri langsung Walikota Makassar Ramdhan Pomanto, Kamis (11/2/2016).

Ada beberapa hal menarik yang terjadi selama deklarasi tersebut, yakni.

Pertama.
Lokasi deklarasi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa Antang. Bau menyengat dari sampah yang menggunung tidak menurunkan semangat orang-orang yang menghadiri kegiatan tersebut.

Kedua.
Deklarasi relawan pandidikan Sulawesi hari ini, bertepatan dengan sejarah dunia pada tahun 1971 silam. Dimana 87 negara, termasuk Amerika Serikat, Britania Raya, dan Uni Soviet, menandatangani Perjanjian Dasar Laut yang melarang senjata nuklir di perairan internasional.

Ketiga.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto yang menghadiri acara deklarasi, meneteskan air mata saat lagu Indonesia Pusaka dinyanyikan.
“Kenapa saya sedikit terharu karna ini merupakan tanggung jawab saya, jadi saya akan segera berbenah, dan anak harus di perkuat dalam dunia pendidikan” ujar Dany Pomanto.

Keempat
Lembaga ini akan bekerja sama dengan Dinas terkait untuk mengeluarkan ijazah paket A setara ijazah pada umumnya.

“Kami akan berusaha untuk kedepannya mengeluarkan ijazah paket A dan bekerja sama dinas yang bersangkutan, karena ijazah paket A untuk sekarang ini sudah bisa di gunakan dalam keperluan tertentu ” ujar Muskar Ketua Relawan Pendidikan Sulawesi.

Kelima
Relawan Pendidikan kedepannya akan menempatkan dua orang di setiap sekolah, untuk mengawasi terjadinya tindak kejahatan dalam sektor pendidikan dan sistem yang di terapkan.

“Kedepannya kami akan menempatkan dua orang dari relawan pendidikan di setiap sekolah untuk mengawasi tindak Kejahatan dalam pendidikan. Karna kita ketahui sudah banyak kasus kejahatan dalam pendidikan baik itu kasus kekerasan, asusila dan sistemnya,” ujar Muskar Ketua Relawan Pendidikan Sulawesi.(fadhli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.