Tiga Organisasi di Bontomarannu, Tolak Valentine Day

Suasana dialog menolak hari valentine

Gowa, LiputanLIMA.com – Bagi sebagian orang, Valentine Day adalah momen istimewa yang layak dirayakan bersama pasangan. Umumnya, perayaan yang jatuh setiap 14 Februari itu diisi dengan hal-hal romantis, misalnya, tukaran kado. Tetapi tidak dengan ketiga organisasi pemuda yang ada di kecamatan Bontomarannu kabupaten Gowa, mereka malah mengadakan acara Dialog Menolak Hari Valentine, Sabtu, (13/2/2016).

Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ikatan Pemuda Pakatto (IPP), dan Ikatan Pemuda Kreatif (Ikrar) Sokkolia, ketiga organisasi inilah yang bersatu mengadakan dialog tokoh menolak hari valentine.

Ketua Panitia, Abdul Malik mengatakan bahwa Kegiatan ini lahir dari kegelisahan para pemikir dalam jajaran PC IPM Bontomarannu.

“Banyak hal-hal ganjil dalam perayaan hari kasih sayang ini yang kemudian di manivestasikan ke dalam sebuah kegiatan ini, dengan menggandeng IPP dan Ikrar sokkolia untuk bekerja sama,” ujarnya.

Sementara itu, menurut salah seorang peserta yang juga ketua Ikrar Sokkolia, Andi Ade Pratama, “acara ini sangat luar biasa dan positif karna disinilah para pemuda bisa mengetahui lebih dalam mengenai valentine itu sendiri” ujarnya.

Dialog yang mengangkat tema Bersatu Menolak Valentine Menuju Pemuda Islam Madani ini, mengundang Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Gowa, Ustad Syahrir Rajab dan Kepala Bidang (Kabid) Kajian Dakwah Islam Pimpinan Wilayah (PW) IPM Sulsel, Syamsul Hidayat, sebagai pembicara dalam dialog tersebut. (accul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.