Nyamuk Ternyata Pengaruhi Kehidupan Seks

7c3315f9-43ff-4358-8067-ceb6844b08e0_43

Sumber: health.detik.com

Makassar, LiputanLIMA.com – Kehadiran nyamuk sebagai faktor penularan penyakit berpengaruh juga pada kehidupan seksual. Sejumlah negara menganjurkan warganya untuk menunda kehamilan dan menghindari hubungan seks tidak aman terkait wabah virus Zika.

Inggris adalah salah satu negara yang menganjurkan pemakaian kondom bagi pasangan yang baru pulang dari negara-negara dengan wabah maupun transmisi aktif virus Zika.

Demikian juga El Savador, yang melarang warganya untuk hamil hingga beberapa bulan ke depan demi menghindari risiko mikrosefali.

Anjuran-anjuran tersebut dikeluarkan terkait dugaan bahwa virus Zika bisa hidup pada cairan sperma, dan menular melalui hubungan seks. Bahkan, penelitian terbaru di Brazil menemukan bahwa virus Zika bisa hidup di air liur. Jika terbukti, maka ciuman pun berpotensi menularkan Zika.

Meski beberapa kali dilaporkan dalam jurnal ilmiah, penularan virus Zika melalui sperma maupun air liur belum 100 persen terkonfirmasi. Nyamuk Aedes masih menjadi jalur utama penularan virus yang belakangan dikaitkan dengan peningkatan risiko mikrosefali tersebut.

Dalam artian jenis kelamin, ‘seks’ sudah sejak lama dikaitkan dengan penularan penyakit melalui nyamuk. Seorang ahli sejarah lingkungan dari Florida Institute of Technology, Gordon Patterson menyebut seks sebagai salah satu dari tiga unsur dalam hikayat nyamuk.

“Ini adalah sebuah hikayat kuno tentang darah (blood), gula (sugar), dan seks,” kata Patterson dikutip dari health.detik.com.

Patterson menyebut seks karena hanya nyamuk Aedes aegypti berjenis kelamin betinalah yang menggigit (lebih tepatnya menusuk kulit lalu mengisap darah) manusia. Ia juga menyebut gula karena yang dicari nyamuk betina dalam darah adalah gula, yang dibutuhkan untuk mematangkan telurnya.

Dari sekitar 3.500 spesies nyamuk yang ada, sebenarnya hanya sekitar 10 persen yang mengisap darah manusia.

Selain nyamuk Aedes yang antara lain menularkan virus Zika dan Dengue, nyamuk Anopheles yang menularkan Plasmodium malaria juga termasuk pengisap darah. Sama seperti pada nyamuk Aedes, hanya nyamuk Anopheles betina yang menyerang manusia (*Anhy)/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.