Anda Muslim? Lakukan Ini Ketika Gerhana Matahari

foto-ke-mana-hilangnya-matahari-2016

Illustrasi orang yang melihat ke arah matari ketika gerhana matahari total dengan menggunakan pengaman mata untuk mencegah kebutaan. Sumber: internet

Makassar, LiputanLIMA.com – Gerhana Matahari Total (GMT) di Indonesia paling dekat adalah tanggal 9 Maret 2016. Sebelumnya, gerhana matahari total yang melintasi Indonesia terjadi pada tanggal 24 Oktober 1995. Di tahun 1980-1990, terjadi 3 gerhana total yakni 11 Juni 1983, 22 November 1984 dan 18 maret 1988. Setelah 9 Maret 2016, gerhana matahari total berikutnya akan terjadi tanggal 20 April 2042 dan 12 September 2053.

Pada tanggal 20 April 2023 dan 25 November 2049, Indonesia akan dilewati gerhana hibrida (gerhana matahari cincin dan total yang terjadi bersamaan dalam satu gerhana), dan sebagian wilayah Indonesia berkesempatan melihat gerhana matahari total.

Selama 2 abad atau dari tahun 1901-2100 (abad 20 dan 21), Indonesia dilintasi oleh 14 (GMT) termasuk di dalamnya gerhana hibrida.

GMT  merupakan fenomena alam yang cukup langka dan hanya bisa dilihat di sejumlah daerah wilayah Indonesia.

Lalu, apa yang mesti dilakukan oleh seorang muslim ketika gerhana matahari? Berikut ulasan dari Liputanlima.com.

Baginda Rasulullah mengajarkan kepada kita tuntunan Syariat ketika terjadi gerhana, antara lain yaitu :

  1. Menyerukan dengan panggilan “Asshalaatu Jaami’ah“. Maksudnya adalah panggilan untuk melakukan sholat secara berjama’ah. Aisyah  meriwayatkan bahwa saat terjadi gerhana, Rasulullah memerintahkan untuk menyerukan “Ashshalaatu Jaami’ah” [HR. Abu Daud dan Nasa’i].
  2. Sholat Sunnah gerhana dilakukan di masjid secara berjamaah. Rasulullah selalu melaksanakannya di masjid sebagaimana disebutkan dalam beberapa riwayat. Akan tetapi boleh juga dilakukan seorang diri. [lihat : Al-Mughni, Ibnu Qudamah, 3/323]
  3. Wanita boleh ikut melaksanakan sholat berjama’ah di belakang barisan laki-laki. Diriwayatkan bahwa Aisyah  dan Asma  ikut melaksanakan sholat gerhana bersama Rasulullah  [HR. Bukhari].
  4. Disunahkan menyampaikan khutbah setelah selesai sholat gerhana. Namun, sebagian ulama menganggap tidak ada sunnah khutbah setelah selesai sholat. Akan tetapi petunjuk hadits lebih menguatkan disunnahkannya khutbah setelah sholat gerhana.
  5. Dianjurkan memperbanyak istighfar, berdzikir dan berdo’a, serta bertakbir, memerdekakan budak, serta memohon perlindungan kepada Allah  dari adzab neraka dan adzab kubur, dikutip dari berbagai sumber (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.