Wabup Soppeng Pukau Mahasiswa STIE Amkop di Kuliah Umum

MAKASSAR, LiputanLIMA.com – Mahasiswa Sebagai “Social Control” penyambung aspirasi masyarakat, harus mampu melakukan tindakan tindakan untuk masyarakat dan melakukan komunikasi yang baik.

Hal tersebut dinyakan oleh Wakil Bupati Soppeng, Supriansa saat menghadiri kuliah umum Pembekalan dan pelepasan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Amkop, yang berlangsung di Aula Mini Gedung Lanti Tiga, Kampus STIE Amkop Makassar, Minggu (11/02/2018).

Menurut Supriansa sukses yang dia raih sekarang ini, duduk sebagai wakil bupati di Kota Kalong itu tak lepas dari pola komunikasi yang efektif dilakukan selama ini. “Tidak ada yang menyangka saya hanya seorang anak petani, anak pengembala sapi menjadi bupati. Saya bisa seperti ini karena saya mampu menjaga hubungan antara sesama dan membangun komunikasi yang baik, itu saya lakukan saat masih Mahasiswa,” kata Anca sapaanya, turut didampingi ketua STIE Amkop, Bahtiar Maddatuang.

Supriansa mencontohkan akhir akhir ini viral Vedio di media sosial kepala daerah yang tidak memperlihatkan hubungan yang baik dengan wakilnya. Menurutnya hal itu karena pola komunikasi yang dibangun tidak berjalan dengan baik.

“Akhir akhir ini kita lihat bupati dan wakil bupati Toli – toli bertengkar dengan wakilnya dan di Kabupaten Marowali Utara juga terjadi seperti itu. Kenapa itu terjadi? karena karena pola komunikasi tidak berjalan dengan baik. Bagaimana seorang bupati menghargai bawahan dan bagaimana seorang wakil menghormati dan memahami atasannya, hanya ada di kabupaten Soppeng. Kabupaten Soppeng bisa jadi contoh untuk pemerintah yang harmonis antara pasangan,”ungkap Supriansa yang disambut tepuk tangan oleh ratusan mahasiswa.

Kehadiran orang nomor dua di Soppeng ini dalam memberi motivasi, sangat memukau mahasiswa STIE Amkop. “Gagal komunikasi, bisa fatal. Mahasiswa sebagai sosial control harus memiliki komunikasi yang Bagus,” tegasnya.

Lanjut Supriansa menjelaskan sebagai seorang mahasiswa harus memahami manajemen menahan diri. “Jika ada masalah saat KKN nanti, jangan langsung mengambil tindakan, tapi harus dicermati persoalan persoalan yang ada dalam masyarakat. Anda KKN membawa nama perguruan tinggi, jaga nama perguruan tinggi kalian,” ucapnya.

“Bukan hanya harapan Amkop, bukan hanya Makassar, bukan harapan Sulsel, tapi pundak kalian ditaruh harapan bangsa,” tambahnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.