DPRD Sulsel Bahas Produktifitas Pabrik Gula Bersama Kementan

Jakarta, LiputanLIMA.com- Produktifitas tiga pabrik gula (PG) yang ada di Sulawesi selatan, yakni PG Arasoe, PG Camming dan PG Takalar menjadi bahan pembicaraan dalam rapat antara Komisi B DPRD Provinsi Sulawesi selatan dan pihak kementrian pertanian. Hadir dari Komisi B DPRD Sulsel, Irwan Patawari, M. Rajab, Fachruddin Rangga, Andi Nurhidayati, Hoist Bachtiar dan Hengki Yasin, sementara kementrian pertanian diwakili oleh Irmiati Nur dan Gede Wirasuta. Rabu (5/4/2017).

“PG hingga saat ini selalu merugi itu disebabkan karena sumber daya manusia dan juga faktor produksi tebu yang mengalami penurunan. Kita target 90 ribu ton produksi, yang tercapai hanya 30 ribu ton per tahun.”kata Gede Wirasuta yang juga kasubdin pertebuan.

Sementara itu M. Rajab yang hadir dalam pertemuan itu mengusulkan untuk melakukan penelitian menyeluruh atas kerugian yang dialami tiga PG di sulsel.

“Untuk mengetahui secara komprehensif faktor-faktor yang menyebabkan kerugian PG ini, maka perlu dilakukan penelitian menyeluruh. Lalu berusaha untuk menutupi masalah itu. Apakah masalah SDM, masalah tebu, atau masalah kebocoran anggaran di perusahaan.” Ungkap M. Rajab dalam pertemuan itu.

“Jika PG ini merugi terus, sebaiknya dipikirkan untuk diserahkan pada investor untuk mengelolanya. Kebanyakan memang juga usaha-usaha yang dikelola pemerintah perkembangannya melambat, tidak bisa bersaing dengan swasta” beber Rajab yang juga anggota Fraksi Nasdem.

Fachruddin Rangga, legislator Partai Golkar mengingatkan perlunya revitalisasi PG untuk peningkatan produksi gula.

“Saya mengusulkan dilakukan revitalisasi PG ini agar lebih bisa berkontribusi pada pendapatan negara” ungkap Fachruddin Rangga.

Sekedar diketahui bahwa Pabrik Gula bone pernah mengalami masa kejayaan pada tahun 1980 an.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.