Begini Pandangan Imam Besar New York Terhadap Kebijakan Trump

LiputanLIMA.com– Presiden Amerika Serikat beberapa jam setelah dilantik, langsung membuat kebijakan kontroversial. Yang paling krusial adalah kebijakan imigrasi berupa pelarangan warga dari tujuh negara memasuki negara adidaya tersebut.

Imam Shamsi Ali, Putra Bulukumba, Sulsel, yang sudah lama berdomisili di Amerika, menuangkan pandangannya melalui tulisan. Imam besar umat Islam di New York ini punya beberapa ulasan. Berikut tulisannya:

Kebijakan Imigrasi Donald Trump Terhadap Muslim

Donald Trump baru dilantik menjadi Presiden Amerika Serikat ke 45 sekitar seminggu lalu. Namun dalam seminggu itu berbagai kebijakan dan keputusan kontroversial telah diambilnya. Barangkali salah satu kebijakan yang paling kontroversial, bahkan menyakitkan sebagian masyarakat Amerika sendiri adalah ditanda tanganinya aturan pelarangan pendatang dari tujuh negara mayoritas Muslim. 

Baru kemarin hari saya melihat Senator Chuck Schumar, Ketua kelompok minoritas di Senate Amerika Serikat menangis dalam konferensi pers dan berjanji untuk melawan dan membatalkan keputusan presiden Trump itu. Demonstrasi juga dilakukan oleh ribuan warga Amerika dari berbagai golongan ras, etnik, maupun agama.

Ketujuh negara itu adalah Iran, Irak, Suriah, Somalia, Yaman, Libia, dan Sudan.

Alasan utama dari pelarangan (banning) itu adalah untuk menjaga keamanan Amerika dari kemungkinan serangan teroris dari luar (foreign terror). Bahwa dengan keputusan presiden yang dikenal dengan “Executive Order” itu ditujukan untuk menutup celah kemungkinan Amerika kecolongan serangan terror dari negara-negara mayoritas Muslim itu. 

Ditanda tangani hari Jumat, 27 Januari, dan segera diimplementasikan pada hari Sabtu tgl 28 Januari kemarin. Aturan yang tidak terperinci itu akhirnya menimbulkan kekacauan di beberapa bandara Amerika, khususnya JFK New York. Lebih seratusan pendatang dari negara-negara itu, termasuk mereka yang telah memiliki visa masuk (entry visa) ke Amerika, bahkan yang telah menjadi penduduk tetap (permanent resident) atau pemegang kartu hijau ditahan di airport tersebut. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.