Dituding Berpolitik Tanpa Etika, Bur Nojeng Bilang Begini

Takalar, LiputanLIMA.com– Terkait insiden adanya tim Burhanuddin Baharuddin-Nasir Ibrahim alis Nojeng yang kepergok membagikan sembako di Galesong, Minggu (5/2/2017), memantik reaksi banyak pihak.

Ketua DPW PKS Sulsel, Mallarangan Tutu menilai cara-cara yang dilakukan oleh tim pasangan lain, adalah pola yang tidak mendidik dan bermartabat. “Sampai kapan masyarakat disuguhkan cara-cara meraih simpati dengan dengan bagi-bagi sembako seperti ini ? Kasihan rakyat kalau selalu begini.  Ini bentuk kepanikan.  Dan ini Cara-cara yang sangat hina.”tegas Mallarangan malam tadi.

Menanggapi pernyataan ini, Ketua partai Hanura Takalar, Ilham Jaya Torada mengaku sangat menyesalkan pernyataan ini. Partai Hanura sebagai pengusung Bur Nojeng mengajak semua pihak untuk menahan diri membuat statement yang mengarah pada penghakiman. “Etika seperti apa yang mereka pahami. Lebih dulu, harus dibangun  defenisi bersama tentang etika dalam dunia politik.”jelas Ilham, Senin (6/2/2017).

Aktifis Muhammadiyah ini menambahkan jika etika diukur dari kinerja politik di lapangan, maka pihaknya meminta penjelasan tentang pembongkaran paksa rumah warga yang mendukung Bur Nojeng. “Bagaimana dengan fakta pembongkaran paksa rumah pendukung kami?. Atau adanya penumpang selamat di Tragedi Jolloro yang membawa logistik posko mereka di Tanakeke?.”jelasnya panjang lebar. Mantan Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sulsel menjelaskan bahwa Sembako yang dianggap kepergok itu, sesungguhnya untuk logistik posko pemenangan di wilayah Galesong.

Makanya, menurut Ilham, dalam konteks pilkada, dirinya meminta semua pihak menahan diri untuk membuat statement yang berujung saling mempermalukan. “Kan agama mengajarkan, Jangan karena kebencianmu terhadap satu kaum, membuatmu tidak berlaku adil,”pungkas Ilham.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.