Badko HMI Sulselbar: Tutup PT Conch Barru..!!!

Herman Azan, Pengurus Badko HMI Sulselbar

Makassar, LiputanLIMA.com- PT Conch yang notabenenya merupakan salah satu perusahaan tambang asal China masih saja melakukan aktivitas tambang dan produksi semen di Kabupaten Barru. Hal tersebut menjadi perhatian khusus dari pengurus Badan Kordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Sulselbar. Pasalnya, menurut Badko, meski sudah berulang kali ditegur oleh pemda setempat PT Conch masih saja membandel.

Dalam amatan Badko HMI, PT Conch belum mengantongi izin resmi yakni  izin administrasi, izin investasi dari Dinas Penanaman Modal Daerah (PMD) setempat (Kabupaten Barru) maupun Provinsi Sulsel, Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH) Sulsel.

Herman Azan, Ketua bidang Lingkungan Hidup (LH) Badko HMI Sulselbar mengatakan soal pertambangan, tentulah menjadi perhatian serius, sebab ini bicara soal kehidupan manusia. “PT Conch harus memahami bahwa dalam Pasal 36 ayat (1) UU Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup) telah ditegaskan, barang siapa yang melanggar dapat dikenai pidana sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 109 ayat (1) dengan ancaman hukuman penjara 1 tahun dan dengan denda maksimal Rp3 miliar rupiah.”kata Herman.

Tidak hanya itu, Herman menilai pemerintah tidak bertaji dalam masalah tersebut. “Perusahaan Cina, sudah jelas melanggar, kok masih beroprasi, itukan menimbulkan pertanyaan, ada apa?”Tegas mantan Ketua HMI Cabang Bulukumba.

Selain itu ia juga menambahkan, apabila masalah ini dibiarkan, maka bukan tidak mungkin akan memancing perusahan-perusahaan asing lainnya untuk melakukan hal serupa. “Pemerintah terkait harus super serius dalam hal tersebut, jangan sampai menjadi contoh bagi perusahaan asing lainnya”Katanya.

Untuk diketahui, Kepala PLH Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Barru, Taufik Mustafa, mengatakan PT Conch sudah disegel pemerintah daerah, beberapa waktu lalu. Namun, penyegelan ini diacuhkan PT Conch. Bahkan, PT Conch masih beroperasi hingga detik ini.

Herman menambahkan, apabila dalam waktu dekat ini PT Conch masih saja beroperasi, maka besar kemungkinan, HMI dan masyarakat barru akan menutup secara paksa perusahaan tersebut. Sebagai bentuk kekecewaan HMI kepada Pemerintah yang dinilai sangat lamban dan tidak Profesional. “Kita lihat perkembangan kedepan, kalau belum dapat izin, kita langsung ke sana”. Tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.