Tolak Tambang Pasir Laut di Galesong, Masyarakat Demo DPRD Sulsel

Makassar, LiputanLIMA.com- Sejumlah masyarakat asal Kabupaten Takalar yang tergabung dalam Forum Informasi Komunikasi Kelompok Swadaya Masyarakat (FIK KSM) melakukan aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Provinsi Sulsel, Senin (3/4/2017). FIK KSM menyampaikan tanggapan atas rencana penambangan pasir laut di wilayah perairan Galesong.

FIK KSM Takalar dengan tegas menolak rencana keberadaan pertambangan pasir laut di wilayah perairan Galesong, Takalar karena akan berdampak pada lingkungan.

“Penambangan pasir di laut takalar akan menyebabkan keruhnya air laut, rusaknya terumbu karang sebagai tempat pemijahan, peneluran, pembesaran anak dan mencari makan bagi sejumlah besar organisme laut. Ini juga akan memicu berkurangnya hasil tangkapan ikan oleh nelayan” beber Nurlinda Taco sebagai juru bicara para pendemo.

Sementara itu mewakili DPRD Provinsi Sulsel, M. Rajab yang juga anggota Fraksi Partai NasDem yang menerima aspirasi FIK KSM Takalar berjanji akan menindak lanjuti aspirasi itu dan memberikan dukungan untuk menolak rencana penambangan pasir itu.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kedatangan saudara-saudara sekalian menyampaikan aspirasi, dan saya akan menindak lanjuti ini untuk dilakukan RDP yang di komisi yang menjadi mitra Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup. Semua pihak terkait akan kita undang untuk memberikan keterangan. Tapi, bagi saya penambangan pasir ini sangat berbahaya, makanya harus ditolak bersama masyarakat” ungkap Rajab.

“Penambangan ini kita tolak karena akan merusak lingkungan kita. Memicu terjadinya abrasi air laut” beber Rajab yang disambut aplaus para pendemo.

Sementara sesion dialog berlangsung, hadir juga Hengki Yasin, legislator DPRD Sulsel dari Takalar, menerima aspirasi. Dia memberikan dukungan moral pada masyarakat yang menolak penambangan pasir di laut galesong.

“Saya mendukung masyarakat untuk menolak penambangan pasir di pesisir galesong, karena ini akan merusak lingkungan” ujar Hengky Yasin.

Untuk diketahui, sebuah perusahaan dengan nama PT Lautan Phinisi Resources berencana melakukan penambangan pasir laut di Wilayah Galesong. Tersiar kabar bahwa pengerukan pasir ini bertujuan untuk menimbun lahan di Centre Point of Indonesia.

Menanggapi hal ini, warga masyarakat melakukan petisi dengan membubuhkan cap telapak tangan pada sehelai kain, Minggu (2/4/2017) pagi di pelelangan ikan Beba, Galesong. Selain itu, masyarakat Takalar juga menggalang petisi penolakan melalui website Change.org (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.