Pilkada Takalar, Kala Syamsari Kitta-Makmur Mustakim Meyakinkan RMS

 

Makassar, LiputanLIMA.com- Pilkada Takalar telah usai. Mahkamah Konstitusi telah memutus bahwa Syamsari Kitta-Ahmad Se’re (SKHD) Bupati-Wakil Bupati Takalar terpilih. Banyak cerita tersisa yang tak diketahui publik dibalik kerasnya pertarungan head to head yang tersaji.

Ketua DPW Partai NasDem Rusdi Masse merupakan tokoh kunci dibalik kesuksesan SKHD. Uniknya, RMS ketika ditemui Syamsari, mengaku tidak pernah mengenal Samsari Kitta saat hendak mengusungnya sebagai calon Bupati Takalar melawan incumbent Burhanuddin Baharuddin. “Saya hanya ketemu sekali di Kantor DPW NasDem”,cerita RMS yang juga Bupati Sidrap ini.

Memang, Perjalanan Syamsari menjadi Bupati tidak lepas dari Ketua DPW NasDem RMS. Di tengah asa yang dimiliki Syamsari hampir pupus akibat tidak cukupnya kursi pengusung, RMS hadir sebagai penyelamat.

RMS pertama kali bertemu Syamsari bersama Makmur Mustakim dan Ketua PKS Takalar Hairil Anwar di sekretariat Partai NasDem jalan Hertasning. Pertemuan tersebut berlangsung malam hari sekitar pukul 23.00 Wita. Ketiganya menjelaskan secara detail konstelasi politik di Takalar saat itu. Yang lucu karena RMS sama sekali tidak mengenal Samsari bahkan bertemu pun tidak pernah. “Saya pertama ketemu itu malam saja. Saya tanya bagaimana persiapannya dan partai apa saja yang sudah mendukung incumbent”, cerita RMS.

Pertemuan tersebut tercapai, dikabarkan melalui inisiasi politisi PPP Makmur Mustakim. Makmur menjelaskan bahwa ditengah kelesuan demokrasi saat itu, dirinya berinisiatif melakukan diplomasi bersama Syamsari. “Pasca itu, melalui banyak pintu dan ruang komunikasi, akhirnya kami bisa tembus bertemu RMS. Selanjutnya, tidak usah kita bahas yah dik,”kata Makmur sambil tertawa, Kamis (27/4/2017).

Pasca pertemuan itu, Paket Syamsari-Makmur Mustakim menguat dihadapan publik. Meski konstelasi memaksa paket itu berubah dan selanjutnya, Makmur Mustakim memilih ikut perintah partainya dan mendukung paket petahana, Bur-Nojeng.

Cerita berlanjut. Baik Syamsari maupun RMS tidak pernah bertemu lagi. Sementara euforia melawan kotak kosong di Takalar semakin kencang. Bupati Takalar Burhanuddin Baharuddin – Nasir Ibrahim juga semakin percaya diri tak ada lawannya sebab mayoritas partai telah memberikan rekomendasi buat dirinya.

Namun tak disangka, RMS yang ikut menghadiri rapat penetapan calon kepala daerah di DPP Partai NasDem di Jakarta tiba tiba merubah Konstalasi di Takalar. Rupanya di DPP NasDem, RMS ngotot mengusulkan Syamsari sebagai calon bupati Takalar menantang incumbent. “Waktu itu survey bur sangat tinggi. Tidak ada yang yakin kalau Samsari ini bakalan menang tapi saya berusaha dan yakinkan DPP”, ungkap RMS.

RMS melanjutkan, tak begitu lama surat rekomendasi dari DPP NasDem pun terbit pada sore hari. Rekomendasi tersebut langsung beredar di Sejumlah media di Makassar serta media media sosial. RMS menjelaskan bahwa alasan utama dirinya memilih Samsari semata mata karena pertimbangan demokrasi sebab di Takalar pada saat itu tidak ada lawan bagi incumbent. “Di Takalar itu tidak boleh melawan kotak kosong. Kita jangan pertontonkan suasana demokrasi seperti itu di Sulawesi Selatan”,kata RMS kala itu.  Sebagai pimpinan Parpol kata RMS dirinya merasa bertanggungjawab secara moral terhadap dunia demokrasi di Sulawesi Selatan. Oleh sebab itulah dirinya ngotot ke DPP untuk mengusung Samsari sebagai calon bupati Takalar meskipun pada saat itu Survey Samsari jauh dibawah Burhanuddin yang kembali berpasangan dengan Nasir Ibrahim.

Sementara pada saat penentuan paket, RMS mengaku tidak terlibat jauh lagi. Alasannya kata RMS yang penting Pilkada Takalar itu kembali berwarna dan suasana Pilkada itu kelihatan. Ada kampanye, debat dan adu visi misi untuk masyarakat Takalar. ‘Saya hanya sekali ketemu sama Haji De’de di Jakarta. Dan tidak ada pembicaraan paket pada saat itu” ungkap suami Fatmawati Rusdi anggota DPR RI dari Fraksi PPP ini.

Kemenangan Samsari dan Haji De’de melalui usungan Partai Nasdem dan PKS di Takalar ini kata RMS merupakan kemenangan rakyat Takalar. Menurutnya itu adalah kemenangan semua masyarakat Takalar, soal berlangsung pencoblosan itu hanyalah proses saja di era demokrasi seperti ini. ‘Tapi apapun namanya, Takalar lah yang menang. Sukses buat masyarakat Takalar”, seru RMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.