I Wayan Natha Daeng Nai, 29 Tahun Membina Olah Raga Tinju

Takalar, LiputanLIMA.com- Tak banyak yang menggemari cabang olah raga tinju. Selain karena membutuhkan daya tahan fisik, olah raga ini mewajibkan pemainnya tahan pukul.

Adalah putra Bali, I Wayan Natha yang sudah menetap puluhan tahu ln di Takalar, Sulsel. Berawal dari kerisauannya melihat tawuran antar pelajar di era 80-an, membuat Wayan berfikir untuk memfasilitasi para anak muda untuk tarung produktif. “Saat itu, saya ingin mereka yang suka berkelahi bisa tersalurkan pada hal yang positif. Dengan biaya seadanya, saya buat ring tinju sederhana.”kata Wayan.

Seiring perjalanan waktu, kini Wayan Natha membina sekolah tinju dengan bendera ‘Lipang Bajeng Boxing’. “Syukur, binaan kami sudah mengukir prestasi di berbagai kejuaraan. Beragam medali telah kami raih di banyak level,”katanya.

Perjuangan Wayan bukan tanpa aral. Dirinya mengaku jatuh bangun membesarkan sekolah tinju yang didirikannya. “Olah raga tinju kan kurang populer di Indonesia. Sehingga mereka yang kami bina, memang punya bakat dan minat yang serius. Belum kita bicara soal ketertarikan donatur di sektor ini.”jelasnya lagi.

Atas komitmennya selama 29 tahun, pemerintah provinsi Sulsel mengganjarnya dengan penghargaan di hari pendidikan, Selasa (2/5/2017) kemarin. Beberapa tahun sebelumnya, Bupati Takalar almarhum Ibrahim Rewa menganugerahinya nama kehormatan putra Makassar, dengan nama Daeng Nai.

Kini, Wayan Natha Daeng Nai, tetap fokus membesarkan Sekolah Tinju miliknya. “Dengan segala keterbatasan, kami tetap berkomitmen membangun sekolah tinju ini. Suatu saat, kami meyakini akan lahir bibit baru membanggakan Indonesia,”pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.