Cipika Cipiki, NA Bilang RMS Sudah Punya Aura

Makassar, LiputanLIMA.com– Dua bupati yang memiliki prestasi luar biasa di masing masing wilayahnya, Bupati Sidrap H Rusdi Masse (RMS) dan Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah (NA), Kamis (4/5/2017) sama sama mengikuti acara sosialisasi  pencegahan korupsi terpadu oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

RMS lebih dulu datang di ruang pola Kantor Gubernur Sulsel. sekira pukul 08.02 Wita RMS sudah di depan ruang pola berbicara lepas dengan sejumlah kepala daerah di antaranya Bupati Tana Toraja Nicodemous Biringkanae, Bupati Bulukumba Sukri Sappewali, dan lainnya.

Sekitar pukul 08.15 Wita, Nurdin Abdullah datang dan menyalami serta cipika cipiki dengan sejumlah kepala daerah.

Saat NA melihat RMS, sontak NA dengan tersenyum dan sedikit kepala menunduk. “Siap, wah ternyata adaki (RMS),” ujar Nurdin.

RMS juga menyambut salaman NA dengan senyum khasnya. “Siap pak bupati,” ujarnya singkat.

Wakil Bupati Luwu Amru Saher ikut menyaksikan pertemuan dua bupati berprestasi ini. “Sudah Ada auranya ini,” ujar NA dan dikuti dengan ucapan RMS. “(Aura) Itu semua doa,” jawab RMS.

Tidak ada kepala daerah yang menanyakan apa maksud kata kata NA tersebut. Namun yang pasti saat disebut kata aura, sontak semua kepala daerah tersenyum.

Asumsi ‘aura’ ini memang condong menjadi kata sensitif. karena kedua Bupati ini sama sama dipersepsikan di mata publik akan ikut kontestasi pilkada gubernur Sulsel 2018 mendatang. Aura yang diintepretasikan kepala daerah yang hadir adalah aura menjadi Gubernur Sulsel.

“Bupati Bantaeng (NA) memang bilang kepada RMS saat salaman bahwa sudah ada auranya,” ujar Amru Saher.

Sekadar diketahui, Bagi banyak orang aura adalah energi yang sudah ada, yang mengelilingi makhluk hidup. Aura ini berbentuk radiasi warna halus yang mengelilingi makhluk hidup.

Kata aura untuk sebuah frame politik di Sulsel artinya bisa dimaknakan sebagai sebuah cahaya, atau tanda tanda akan menuju ke sana. Aura menjadi gubernur.

Bahkan belum lama ini sejumlah akademisi menyebutkan jika kedua bupati ini layak dan sangat kuat jika berpasangan di ajang pilkada gubernur. Akademisi tersebut adalah Dr Iqbal Sultan dan Prof Dr Hamdan Juhannis. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.