Kena Razia Nelayan Galesong, Kades Jadi Beking Kapal Pengeruk Pasir Laut

Takalar, LiputanLIMA.com- Penambangan pasir laut di Galesong kabupaten Takalar kembali menuai insiden. Hal itu terjadi ketika sejumlah warga dan nelayan nekad merazia sebuah kapal berlabel ASL Bulan, Rabu (17/5/2017) malam.

Di atas kapal, para nelayan meminta agar kapten dan kru kapal segera meninggalkan perairan Galesong. Namun, mereka tidak menerima permintaan warga dan kru kapal tetap bersikeras menyedot pasir. Akibatnya, ketegangan antar kedua pihak tak terhindarkan.

“Terjadi Adu mulut dengan kru kapal penambang berlangsung lama, kami pun nyaris saling pukul,”jelas Mutu Daeng Parisi, salah satu nelayan Galesong yang turut serta di penggrebekan ini.

Uniknya, di atas kapal tersebut didapati oknum kepala Desa Aeng Towa kecamatan Galesong Utara, Junaid. Keberadaan Junaid tersebut semakin menyulut kemarahan warga, lantaran selama aksi penolakan yang dilakukan atas operasi tambang tersebut justru dibekingi oknum kades. Bahkan, diperoleh informasi dari kru kapal, bahwa ada empat kepala desa yang menjadi ‘dekkeng’ para penambang pasir laut tersebut.

Dengan menggunakan empat buah perahu tradisional, Nelayan kemudian menggiring kapal tersebut menepi di bibir pantai Galesong Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.