JK Ketemu Para Cagub, Pengamat Nilai akan Menjadi Perekat Semua Tokoh

Makassar, LiputanLIMA.com-
Menyusul pelaksanaan open house yang digelar Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) di Makassar, dimanfaatkan para kandidat calon Gubernur Sulsel untuk bersilaturrahmi.
Pengamat politik, Luhur Prianto menjelaskan bahwa pertemuan itu semakin menguatkan jika sosok JK masih merupakan tokoh kebanggaan masyarakat Sulsel.
“Secara kultural, JK adalah simbol pencapaian politik tertinggi warga Sulsel di pentas politik nasional. JK adalah patron dan tokoh politik kebanggaan daerah ini. Posisi kultural itu membuat peran JK akan lebih bersifat perekat interaksi bagi seluruh golongan dan kelompok yang berkontestasi.”ujar Luhur, Selasa (27/6/2017).

Luhur menambahkan, Pilgub Sulsel bukan sekedar momentum kontestasi politik yang sangat liberal dan penuh pragmatisme. Kontestasi tersebut juga bisa mengukur tingkat pencapaian keadaban politik masyarakat Sulsel. Termasuk level akulturasi nilai-nilai sosial budaya dengan praktek demokrasi elektoral.

“Semua tokoh politik di Sulsel menghormati JK, dan secara sosial JK tidak punya lawan di daerah ini. Kalaupun ada yang tidak dekat, bisa jadi tokoh politik itu pernah mengecewakan JK.”katanya.

Lantas kemana kira kira arah dukungan RI-2 tersebut ?. Luhur enggan menebak. “Kalaupun ada kecenderungan kedekatan dengan salah satu calon atau kelompok, saya kira JK tidak akan terlibat langsung dalam operasi pemenangan. Biasanya dukungan diberikan melalui kerabat dan kolega terdekatnya. Tinggal nanti di lihat, apakah orang kepercayaannya ini bisa mengelolah sendiri tanpa perlu melibatkan secara langsung Pak JK.”ulasnya lagi.

Ketika ditanya pengaruh elektoral sebagai efek pertemuan tersebut, Luhur menganalisa bahwa pertemuan silaturrahim yang terbuka, maka efek elektoral pada kandidat belum terukur. “Belum bisa diukur. Dalam konteks memotivasi, para kandidat di beri semangat untuk bekerja dan berkompetisi secara fair. Dan Seperti itulah yang seharusnya dari seorang JK.”pungkasnya.

Sedikitnya empat kandidat yang merapat ke Jalan Haji Baru, kediaman JK. Keempatnya yakni Nurdin Halid, Nurdin Abdullah, Agus Arifin Nu’mang, dan Ichsan Yasin Limpo. (Hek)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.