DPRD Sulsel Tidak ‘Direkeng’ PT Yasmin. Penambangan Pasir Laut Takalar Lanjut

TAKALAR, LiputanLIMA.com- Rekomendasi DPRD Sulawesi selatan tentang penghentian sementara aktifitas penambangan pasir laut di perairan Takalar tidak bertaji. Meski DPRD Sulsel telah dua kali merekomendasi, namun PT Yasmin selaku penambang, tetap melanjutkan aktifitasnya.
Basri, warga Pulau Tanakeke Takalar menyatakan kekecewaannya terhadap seluruh pemangku kewenangan di Sulsel. “Waktu kita rapat dengar pendapat di Makassar bersama DPRD Sulsel, jelas rekomendasinya. Penghentian penambangan. Nyatanya, kapal mereka tetap beroperasi hari kemarin,”kata Basri, Sabtu (15/7/2017). Dirinya menambahkan bahwa warga pulau Tanakeke kembali mendapati kapal Fairway mengeruk pasir laut di sekitar pulau mereka. “Bahkan ini semakin dekat di wilayah daratan pulau kami. Hanya berjarak 200 meter dari pasang surut terendah di desa kami,”katanya.


Basri juga mengaku heran, kekuatan apa dibalik perusahaan penambang tersebut. “Bayangkan kalau rekomendasi DPRD provinsi saja dicuekin. Mungkin mereka mau melihat kemarahan warga,”ujarnya geram.
Diketahui, Kamis (13/7/2017) DPRD Sulsel menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) tentang kisruh Tambang Pasir Takalar.
Dalam RDP tersebut, Komisi A dan Komisi D DPRD Sulsel menemukan fakta keganjalan tentang dokumen administrasi PT Yasmin sebagai penambang. Bahkan pihak eksekutif yang diwakili Badan Lingkungan Hidup Provinsi Sulsel terkesan melempar bola ke pihak pemkab Takalar dan pengusaha. Sehingga, DPRD Sulsel meminta penghentian sementara aktifitas penambangan. Meski terakhir, DPRD Sulsel tidak direkeng oleh PT Yasmin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.