Tegang, Aksi Demo Tolak Tambang Pasir Laut di Takalar

TAKALAR, LiputanLIMA.com– Aksi unjuk rasa menolak penambangan pasir CPI di wilayah Galesong, Takalar terus berlanjut, Rabu (19/7/2017).

Ratusan mahasiswa dan warga yang tergabung dalam gerakan mahasiswa dan masyarakat kabupaten Takalar terlibat saling dorong dengan aparat kepolisian saat berunjuk rasa di depan kantor Bupati Takalar.

Bentrokan berawal saat pengunjuk rasa akan membakar ban bekas di depan kantor Bupati, namun petugas menghalau aksi tersebut yang kemudian menimbulkan kericuhan hingga saling pukul.

Setelah bersitegang di depan kantor Bupati Takalar, para pengunjuk rasa beralih ke kantor DPRD Takalar. Disana, para anggota DPRD Takalar mengajak pendemo untuk berdialog. Meski ajakan tersebut ditolak oleh mereka.

Ilham Jaya Torada, anggota DPRD Takalar mengaku ingin menjelaskan secara langsung perkembangan persoalan ini. “Soal izin prinsip yang diteken Bupati Takalar, telah dijelaskan di Paripurna DPRD beberapa waktu lalu. Bupati menjelaskan bahwa memang ada izin prinsip untuk eksplorasi atau penelitian. Tapi masa berlakunya cuman tiga bulan. Tanpa dicabut, akan gugur sendiri, karena sejak tahun lalu diterbitkan,”jelas Ilham torada, politisi Hanura.

Sampai saat ini, para pengunjuk rasa masih bertahan di depan kantor DPRD Takalar untuk meminta dukungan terhadap penolakan penambangan pasir untuk pembangunan Center Point of Indonesia (CPI). (Hek)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.