Mantan Bupati Toraja Kagumi Prinsip Toleransi Azis Qahar

TORAJA, LiputanLIMA.com- Mantan Bupati Toraja, Tarsis Kodrat bertemu Aziz Qahhar Mudzakkar di arena pembukaan Toraja Film Festival (TFF), Toraja, Jumat, (28/7/2017). Kedua tokoh legendaris ini terlibat perbincangan yang akrab.

Tokoh legendaris Toraja ini terang-terangan mengakui ada kenyaman saat berbincang dengan Aziz Qahhar.

“Saya sudah lama mengetahui pak Aziz. Tidak berubah dan masih tetap seperti dulu, yakni fanatik terhadap paham toleransi. Saya suka sekali sikap seperti itu,” tutur Kolonel Infanteri purnawirawan ini.

Hal-hal yang dianggap tidak berubah dari Aziz Qahhar menurut Tarsis antara lain adalah soal kebebasan orang memeluk agamanya masing-masing.

“Beliau (AQM-red) mengatakan bahwa Islamisasi non-muslim di Toraja itu tidak bisa diterima akal sehat. Betul, beliau memang tidak ada agenda begitu,” kata Tarsis.

Ada nilai tambah yang diperoleh Tarsis saat bertemu Aziz Qahhar selain dari sikap santun, terdidik, dan beretika, yakni soal ekonomi kerkayatan. Tarsis sempat terperanjat karena Aziz sangat piawai menjelaskan plus-minus pembangunan ekonomi kerakyatan di Sulawesi Selatan selama ini.

“Beliau lebih banyak bicara soal ekonomi kerakyatan daripada yang lain. Semakin lama ngobrol, saya semakin merasa enak dan nyaman,” sambungnya.

Merujuk pada berita-berita tentang Aziz Qahhar di Toraja menjelang perhelatan politik Pilgub Sulsel, Aziz selalu mendapat persepsi negatif di Toraja. Aziz pernah calon gubernur Sulsel pada 2007 berpasangan Mubil Handalin. Pada Pilgub Sulsel 2012, Aziz jadi calon wakil gubernur mendampingi Ilham Arief Sirajuddin. Akibat, Aziz tidak mendapatkan kemenangan pada kedua pilgub sulsel tersebut.

Nurmal Idrus dari Lembaga Konsultan Politik Nurani Institute menilai pertemuan yang akrab dan hangat kedua tokoh tersebut mencerminkan hubungan antara Aziz dan masyarakat Toraja yang sesungguhnya.

“Tesis yang menyebutkan bahwa Ustad Aziz itu tidak disukai masyarakat Toraja itu adalah setting masa lalu, dan itu setting politik,” ujar mantan ketua KPU Makassar ini saat dihubungi via telpon.

Menurut Nurmal, persepsi masyarakat Toraja terhadap Aziz memburuk saat tensi politik pilkada gubernur sulsel bereskalasi. Itulah sebabnya Nurmal masih sedang memeriksa apakah masyarakat Toraja masih tersandera oleh persepsi negatif itu tentang Aziz Qahhar.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.