Nasdem Sulsel: Bukan ‘Tangan Besi’, ini Soal Kepatuhan Aturan Partai

MAKASSAR, LiputanLIMA.com- Partai Nasdem Sulsel akan menunjukkan ketegasannya terhadap kader yang tidak tunduk pada keputusan partai. Sekretaris DPW Nasdem Sulsel, Syaharuddin Alrif memberikan peringatan keras bagi kader partai yang tidak mengikuti keputusan Partai.

Sebagaimana diketahui, Partai Nasdem telah resmi mengusung paket NH-Aziz, bagi semua kader harus bekerja untuk mengamankan keputusan ini. Bahkan surat rekomendasinya telah diserahkan dalam sebuah ceremoni acara yang besar, Kamis (14/9/2017). Selanjutnya, menurut Syahar, jika mengaku kader Nasdem, maka semuanya harus menjalankan keputusan ini.

“Kalau mengaku kader, ayo kita amankan keputusan partai. Jangankan kader atau pengurus, anggota legislatif saja akan dipecat jika terbukti melawan kebijakan partai,” ungkap Syahar dengan nada yang tegas, Sabtu (16/9/2017).

Pengurus Muhammadiyah ini menjelaskan bahwa kebijakan di hampir semua organisasi nyaris sama. Bahwa keputusan institusi, setelah melalui kajian secara kelembagaan, maka semua anggota organisasi wajib melaksanakan.

“Ada yang menilai, bahwa kita pakai tangan besi, main kayu dan lain-lain. Sesungguhnya poinnya adalah ketaatan dan kepatuhan terhadap aturan main organisasi. ini yang mesti dipahami,”jelasnya.

Setelah penyerahan rekomendasi Pilgub 2018 dilaksanakan, sesaat setelah itu sejumlah kecil pengurus di level kecamatan memilih mengundurkan diri dari Nasdem.

Sementara itu, Ketua bidang media DPW Nasdem Sulsel mengajak kepada seluruh kader untuk tidak terprovokasi oleh orang-orang yang hendak mengkerdilkan partai. “Kader nasdem jangan melakukan hal-hal yang bisa merusak partai. Apalagi alasan menolak itu dikaitkan dengan masa lalu seseorang. Adakah di antara kita yang tidak punya masa lalu?, Semua kita punya masa lalu, yang terpenting, menjadikan masa lalu sebagai cermin untuk berbuat yang lebih baik untuk hari ini dan ke depan” ungkap Rajab, legislator asal Luwu Raya.

Koalisi Golkar-Nasdem di Pilgub Sulsel 2018 menjadi kekuatan politik yang disegani oleh pihak lain, karena disitu bergabung dua kutub kekuatan politik yang selama ini mewarnai setiap even politik di Sulsel. Golkar adalah cermin pemain lama yang tetap bertahan dan syarat pengalaman, sementara Nasdem adalah pemain baru yang sangat kreatif dan aktif.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.