Ini Pesan Positif Tim Perempuan Pejuang di Tahun Baru Hijriyah

MAKASSAR, LiputanLIMA.com- Tim Perempuan Pejuang (TPP) massif mensosialisasikan pencalonan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar atau NH-Aziz ke masyarakat di pelbagai daerah. Bertepatan dengan momentum Tahun Baru Islam, TPP menyambangi dua desa di dua kecamatan berbeda di Kabupaten Maros, Sulsel, Kamis (21/9/2017) sore hingga malam.

Kunjungan TPP yang dipimpin langsung istri Aziz Qahhar Mudzakkar, Sabriati alias Umi Aty, mendapatkan sambutan hangat masyarakat.

Tingginya antusiasme masyarakat lantaran TPP tidak sekadar melakukan sosialisasi untuk kepentingan politik, melainkan juga menebar pesan kebaikan yang bisa dirasakan langsung manfaatnya.

Saking padatnya sosialisasi yang dikemas dalam bentuk dialog tersebut, masyarakat rela berdesak-desakan di bawah kolong rumah warga yang didaulat menjadi tuan rumah.

Pemandangan itu terlihat saat Umi Aty memberikan tausiah di Desa Alla Ereng, Kecamatan Tanralili. Kondisi serupa terlihat saat kunjungan di Desa Baji Mangai, Kecamatan Mandai.

Dalam kesempatan itu, Umi Aty menegaskan kepeduliannya kepada masyarakat di pelosok desa bukan semata karena sang suami akan bertarung pada Pilgub Sulsel 2018.

“Saya datang ke sini bukan hanya karena Ustaz Aziz maju di pilgub, melainkan karena saya memang konsen terhadap parenting, pendidikan dan dakwah,” kata Umi Aty.

Umi Aty juga mengingatkan masyarakat di dua desa yang disambanginya untuk tidak terpangaruh dengan politik uang.

Kerap kali dalam pesta demokrasi, masyarakat diarahkan pada hal-hal yang bersifat materi. Padahal, apa yang masyarakat dapatkan itu hanyalah bersifat sesaat. Karena itu, dalam setiap sosialisasi yang dilakukannya, ia memilih berbagi pesan kebaikan.

“Saya akan berbagi kepada kita yang hadir di sini, semoga apa yang saya berikan nantinya menjadi bekal bagi ibu-ibu semua setelah kembali ke rumah masing-masing,” tutur ibu dari sebelas anak ini.

Berbagai pesan kebaikan dan dakwah Islam disampaikan Umi Aty, antara lain ajakan untuk menjaga salat wajib lima waktu.

Menurut dia, ciri-ciri seorang umat Islam alias muslim adalah mengerjakan salat. Dikatakannya pula bahwa salat adalah standar nilai diterima atau tidaknya amalan-amalan seseorang. “Itu adalah amalan pertama yang dihisab pada hari kiamat.”

Kepada para ibu yang memang banyak menghadiri acara TPP, Umi Aty memaparkan sederet program NH-Aziz dalam upaya meningkatkan kualitas kaum perempuan, baik sebagai individu maupun sebagai ibu dan atau istri dalam rumah tangganya.

Disampaikannya pula bahwa bekal kaum ibu dalam meningkatkan kualitas rumah tangga, bukan sebatas pada aspek materi, tapi lebih kepada aspek pengetahuan dan wawasan spiritual. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.