Komitmen di IYL-Cakka, PAN Sulsel Trauma Usung Nurdin Abdullah

 

MAKASSAR, LiputanLIMA.com- Keputusan DPP PAN menerbitkan dua rekomendasi di Pilgub Sulsel diyakini tak akan banyak berpengaruh pada soliditas pengurus dan kader yang sejak awal mendukung dan menyosialisasikan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka).

Meski keputusan final siapa yang akan diusung sangat tergantung SK yang dikeluarkan DPP untuk mendaftar di KPU nantinya, namun DPW dan DPD tetap konsisten di rekomendasi awal, yakni IYL-Cakka. Termasuk jika nantinya yang di SK-kan adalah Nurdin Abdullah-Sudirman Sulaiman (NA-SS).

“Kami sudah membangun komunikasi sejak lama dengan Pak Ichsan, bahkan kami sudah pernah melakukan deklarasi bersama Pak Ichsan. Saya kira sesuatu yang sangat berat bagi NA untuk membangun komitmen dengan partai,” tegas Sekretaris DPW PAN Sulsel, Jamaluddin Jafar kepada wartawan di DPRD Sulsel, Jumat (06/10/2017).

Menurut dia, sikap DPW dan DPD PAN Sulsel sangat dipahami oleh DPP. Itu sebabnya pula, kepastian siapa yang mendapat SK belum disampaikan ke DPW. Begitu pun jika nantinya DPP mengalihkan dukungan ke NA-SS atas alasan tertentu, maka pengurus dan kader di Sulsel dijamin tidak diberikan sanksi kalau mendukung IYL-Cakka.

“Kami tidak akan mendapatkan sanksi ketika kami nantinya tidak mengikuti keputusan DPP andai yang di SK-kan adalah NA-SS. Sekali lagi, kami di IYL-Cakka,” tambah anggota DPRD Sulsel dua periode ini, meyakinkan.

Bukan cuma itu, Jamaluddin yang juga mantan Ketua Real Estate Indonesia (REI) Sulsel, mempertegas pernyataan koleganya di partai Irfan AB, jika PAN tak punya hubungan emosional dengan NA. Alasannya, PAN sudah punya pengalaman di Bantaeng, perolehan kursi dan suara partainya mengalami penurunan drastis.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPW PAN Irfan AB, blak-blakan mengenai hubungan partainya dengan NA. Di salah satu talkshow, anggota DPRD Sulsel ini mengakui bila suara partainya sebelum mengusung NA di Pilkada Bantaeng, masuk di posisi dua besar. Namun pasca-mendukung, justru suara dan kursi PAN anjlok.

Atasa alasan itu pula, pihaknya sangat trauma menjalin kerjasama apalagi bersama dengan NA. Sebab bisa saja jika ia terpilih menjadi gubernur, PAN kembali ditinggalkan atau diabaikan keberadaannya. Olehnya itu, pihaknya tetap pada komitmen awal untuk bersama IYL-Cakka.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.