‘Penduduk Takalar 280 Ribu, Tim Anggaran Usul Lapangan Kerja Baru 500 Ribu’

TAKALAR, LiputanLIMA.com- Rapat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran APBD Pokok 2018 antara badan anggaran dan tim penyusun anggaran daerah (TPAD) Kabupaten Takalar dan DPRD Takalar berlangsung alot. Bahkan, rapat tersebut digelar hingga malam hari.

Alotnya rapat disebabkan badan anggaran DPRD Takalar menilai adanya program yang disusun asal-asalan. Seperti pembukaan lapangan kerja sebanyak 500 Ribu Orang dengan alokasi anggaran sebesar Rp 493 Juta. Sementara menurut para anggota Banggar, berdasarkan data statistik, jumlah penduduk Takalar sesuai sensus 2015 adalah sekitar 286 ribu jiwa.

“Ada kesan KUA APBD ini disusun secara terburu-buru dan asal-asalan.”kata Ilham Jaya Torada, legislator DPRD Takalar, Rabu (1/11/2017) malam.
Tak sampai disitu, para legislator kembali dibuat berang setelah mendapatkan konsep KUA PPAS dirubah secara sepihak oleh TPAD.

“Seharusnya perubahan konsep KUA PPAS harus disepakati, jangan dirubah secara sepihak, pembahasan KUA PPAS ini menyangkut persoalan kehidupan masyarakat Takalar,” Kata Hasbullah Bali, anggota Banggar dari Partai Demokrat.

Selain itu, anggota Banggar lainnya meminta agar anggaran pengembangan ternak unggas untuk dipangkas mengingat dana APBD Takalar Tahun 2018 mendatang hanya mencapai 1.026.318.272.600, sementara sektor lainnya juga sangat mendesak direalisasikan.
Untuk diketahui, APBD Pokok 2018 merupakan APBD Transisi kepemimpinan Burhanuddin Baharuddin ke Syamsari Kitta. Burhanuddin akan mengakhiri jabatannya pada 21 Desember 2017.

Beberapa waktu lalu, Burhanuddin memberikan ruang yang longgar kepada tim Syamsari untuk memasukkan program di APBD Pokok 2018 yang menjadi janji kampanye pada Pilkada lalu.

SK-HD yang menjadi pemenang Pilkada Takalar merancang 22 Program yang salah satunya membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat berjuluk Butta Panrannuangku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.