GP Ansor Pangkep Gelar Diklatsar Banser

PANGKEP, LiputanLIMA.com- Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pangkep kembali menggelar Diklat Terpadu Dasar (DTD) Bela Negara Barisan Ansor Serbaguna (Banser) angkatan ke II.
Acara tersebut diikuti puluhan pemuda dari berbagai kecamatan di Pangkep mulai Kamis hingga Minggu ( 2-5/11/2017 ).
Total peserta yang mengikuti diklatsar kali ini mencapai 89 peserta bertempat di Pondok Pesantren DDI Ashiratal Mustaqim Baru-Baru Tanga Kecamatan Pangkajene.
Hadir dalam Pembukaan Diklat Terpadu Dasar ( DTD) Bela Negara tersebut Ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (NU) Pangkep, Pimpinan Wilayah (PW) GP ANSOR Sulawesi Selatan, Bupati Kabuoaten Pangkep, Dandim 1421, Kapolres Pangkep, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Pangkep,
Anggota DPRD dan Organisasi Kepemudaan OKP Pangkep.

Ketua PC. GP Ansor Kab. Pangkep, Abbas Nur mengatakan, diklat dilaksanakan untuk melatih para calon anggota Banser, agar bisa melakukan tugasnya. “Yakni menjaga keutuhan NKRI dari paham Radikalisme dan menjadi garda terdepan mengawal para Ulama.”kata Abbas.

Diklat mengambil tema ” Urgensi Nilai-Nilai Aswaja An-Nahdiyyah dalam menangkal Radikalisme untuk menjaga dan mengawal Ulama dan NKRI”.
Diklat Terpadu Dasar (DTD) Bela Negara dilaksanakan dengan tujuan mencetak dan menyiapkan kader-kader Banser yang militan yang siap sedia kapan dan dimanapun membela keutuhan NKRI serta Lebih mengamalkan ajaran aswaja An-Nahdiyyah Sehingga, membentuk kader Banser yang tangguh, berkarakter dan memahami nilai-nilai dasar perjuangan ke-NU-an dan ke-Ansor-an, Ke-Banseran” tuturnya.

Bupati Pangkep Syamsuddin Hamid membuka acara secara resmi dan memberikan pesan kepada para peserta. “Kader Banser harus senantiasa mengedepan kepentingan masyarakat luas, bangsa dan Negara.”kata Syamsuddin.

Oleh karena itu, menurut Bupati dua periode,  kader Banser harus mengingat, Pertama sebagai pemuda Ansor dan Banser kuatkan akidah Ahlisunnah Wal Jamaah, pemuda yang memiliki sifat ketaatan kepada pemimpin, ketaatan kepada Ulama, ketaatan kepada bansa dan Negara. Kedua Pemuda harus memiliki Sifat kreatifitas, yang bisa memberikan dampak positif kepada pemuda lainnya. Ketiga pemuda harus memiliki sikap patriotisme yang senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai agama, persatuan dan kesatuan Bangsa.

“Hal tersebut harus diingat para kader dimana pun berada,”tandas Bupati Pangkep. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.