ADD 10% Terancam Batal, APDESI Takalar: ini Juga Untuk Rakyat

TAKALAR, LiputanLIMA.com– Upaya beberapa pihak untuk meninjau ulang rencana kenaikan ADD sebesar 10% dalam APBD Pokok tahun 2018 mendapat kecaman dari Pengurus APDESI Kabupaten Takalar.

Ketua DPC APDESI Takalar yang juga Kepala Desa Aeng Batu-Batu menilai bahwa itu bukanlah langkah bijak dan cerdas. “Itu bukanlah langkah bijak, dan tidak cerdas. Apakah kenaikan ADD sebesar 10% bukan kebijakan yang pro rakyat? Dan apakah cuma program sapi yang dianggap pro rakyat? Semua program itu adalah kebijakan yang pro rakyat. Semuanya harus disupport. Jangan ada yang diangkat ada yang ditenggelamkan”,sesal Wahyudin Mapparenta, Rabu (8/11/2017).

Selain itu Besaran ADD sebesar 10% sudah diatur dalam UU. “Program ini sudah diatur dalam UU, semua jelas. Jangan yang jelas mau dikaburkan dan yang kabur mau diseolah-olahkan jelas”. Tambah Wawan.
Ditempat yang lain Kepala Desa Tamalate yang juga sekretaris APDESI Takalar menyesalkan tindakan semacam itu. “Bapak Bupati terpilih juga memprogramkan kenaikan dana ADD yang bermuara pada kesejahteraan rakyat. Keinginan pihak luar seperti itu tidak usah ditanggapi. Tidak boleh ada pihak yang menghentikan kebijakan ini karena ini bersentuhan langsung dengan seluruh lapisan desa” Ungkap Muh.Idris Naba.

Menurutnya kenaikan ADD sudah disetujui oleh eksekutif dan legislatif, tidak usah lagk ditinjau ulang “Kemarin kita sudah ketemu Bupati dan Ketua DPRD, dan beliau sudah sepakat bahwa ADD Pasti naik 10%, jadi sudahlah, janganmi lagi diganggu. Kalau sapi mau dicarikan anggaran, bisa dicari dengan menggunakan APBD Provinsi maupun APBN”,tambah Idris Naba.

Dalam waktu dekat kami 76 kepala desa bersama perangkat desa dan masyarakat akan mendatangi Kantor DPRD mengawal kebijakan ini. “Kami akan memastikan program kenaikan ADD sebesar 10% tidak berubah”,Jelas Wahyudin.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.