Film ‘Marlina si Pembunuh’ akan Tayang di Bioskop Indonesia

LiputanLIMA.com – Selepas melanglang-buana ke berbagai festival internasional di luar negeri, film etnik Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak akan diputar di bioskop dalam negeri mulai Kamis (16/11/2017) .

Dengan judul internasionalnya, Marlina the Murderer in Four Acts atas ide cerita Garin Nugroho yang ditulis oleh Mouly Surya dan Rama Adi, film ini menurut sang kreator, Mouly, adalah proyek lintas budaya di dunia sinema.

“Ini membawa karakter dan budaya lokal, Sumba. Saya senang dan bangga film ini lebih dulu mendapat penghargaan dari luar negeri, bahkan didistribusikan ke 18 teritori di Amerika, Eropa dan Asia. Saya udah ngga sabar menunggu waktu pemutarannya di dalam negeri sendiri, pekan depan,” ujar Mouly.

“Diterima dan diapresiasi di luar negeri, masa sih, penonton kita ngga mau menerima baik film kita sendiri, apalagi berbalut budaya yang menjadi kebanggaan kita,” lanjutnya.

Film Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak (Marlina the Murderer in Four Acts) ini berkisah tentang Marlina (Marsha Timothy), seorang janda muda diserang dan dirampok ternaknya. Atas nama pembelaan diri, dia membunuh beberapa orang dari kawanan perampok dan memenggal kepala bos perampok bernama Markus (Egi Fedly). Mencari keadilan, Marlina melakukan perjalanan untuk menebusnya.

Kemudian Marlina bertemu juga dengan Novi (diperankan Dea Panendra) yang sedang menunggu kelahiran bayinya dan juga Franz (Yoga Pratama) yang menginginkan kepala Markus untuk dikembalikan. Dengan berjalan tanpa kepala, Markus berjalan menguntit kemana pun Marlina pergi. “Ada balutan mistis budaya lokal tapi sepenuhnya film ini adalah drama!” tegas Mouly.

Film arahan sutradara perempuan Mouly Surya yang dibintangi Marsha Timothy, Egi Fedly, Dea Panendra, Yoga Pratama ini sebelumnya diputar perdana secara global di program Directors’ Fortnight dalam festival film bergengsi Cannes 2017, juga diputar di program Contemporary World Cinema pada festival film Toronto 2017, festival film internasional Selandia Baru dan festival film Melbourne, penayangan perdana di Asia lewat festival film Busan 2017 yang digelar pertengahan Oktober lalu, festival film internasional Vancouver dan festival film fantastis internasional Sitges.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.