NH ‘Mappatabe” di Bone, Azis Qahar di Luwu

LiputanLIMA.com- Rangkaian deklarasi pasangan NH-Azis akan dimulai. Sebelumnya, Pasangan nasionalis religius memulai meminta doa restu atau ‘Mappatabe’ dalam tradisi masyarakat Sulawesi selatan, di kampung halaman masing-masing.

Bakal calon Gubernur Nurdin Halid, mappatabe di tanah kelahirannya di Bone. Meski sejak sore, Kota Watampone, Kabupaten Bone diguyur hujan, Rabu (15/11/2017). Tak ayal, lokasi Bone Berzikir Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) di Lapangan Merdeka, Bone juga tak luput dari guyuran hujan.

Meski demikian, tak kurang dari 10.000 masyarakat Bone hadir pada acara zikir akbar dan doa bersama tersebut. Acara dimulai dengan shalat maghrib berjamaah. Kemudian, jamaah yang hadir melakukan zikir dan doa bersama untuk kemenangan NH-Aziz pada Pilgub Sulsel mendatang dipandu oleh Pimpinan Pondok Pesantren Al Mubarak Makassar.

Dalam sambutannya, Bupati Bone, H. A. Fahsar M. Padjalangi menuturkan, turunnya hujan di lokasi zikir merupakan berkah yang berlimpah. Sehingga, hal tersebut menjadi kesyukuran tersendiri.

“Ini berkah, Insya allah. Air itu tanda-tanda kehidupan, kehidupan itu tanda-tanda kemenangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, dirinya kemudian mengimbau seluruh jamaah yang hadir agar bersatu dalam memenangkan pasangan nasionalis-religius ini pada Pilgub Sulsel.

“Mari satukan pikiran kita, bermunajat kepada Allah swt. Insya allah akan menjadi Gubernur Sulsel. Beliau betul-betul mencintai Sulsel. Makanya dia kembali dari Bone untuk kembali berangkat dari tanah kelahiran,” pesannya.

Dari Luwu, Azis Qahar juga menggelar Zikir akbar dan doa di Masjid Raya Belopa. Antusiasme masyarakat Luwu yang hadir pun membeludak. Ratusan tokoh masyarakat, agama, serta pemuda hadir bersama semua jajaran pengurus partai Golkar Kabupaten Luwu pada rangkaian pembuka deklarasi NH-Aziz ini. Dipimpin oleh pemuka agama Luwu, Ust. Haidir Sengaji, seluruh jamaah khusyuk mendoakan pasangan ini pada Pilgub Sulsel.

Aziz Qahhar kemudian berujar, perjuangan yang baik dan langkah yang tepat adalah langkah yang diawali dari masjid.

“Niat yang baik akan selalu diikuti oleh aksi yang baik, inilah alasan kenapa saya tidak pernah lelah berpolitik dan menjadi calon gubernur maupun wakil gubernur. Semua itu karena saya ingin menegakkan keadilan dan kesejahteraan ummat,” jelasnya.

Sejumlah program berbasis pembinaan ummat yang digagas NH-Aziz ialah mendirikan rumah qur’an di setiap desa, membenahi WC masjid dan tempat tempat wudhu, serta meningkatkan insentif imam desa hingga Rp1.000.000.

Karena itu, senator DPD tiga periode ini mengharapkan doa ratusan masyarakat yang hadir di Masjid Raya Belopa menjadi keberkahan dalam mengawali langkahnya di Pilgub Susel.

“Besok kita akan memulai langkah deklarasi ini dari kampung halaman. Semoga langkah kita ini dipermudah dan diberi kelancaran sampai ujung kegiatan ini,” harapnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.