Setnov Terancam, Apakah NH akan Mundur di Pilgub Sulsel?

SINJAI, LiputanLIMA.com- Bakal calon Gubernur Sulsel yang juga Ketua Harian DPP Golkar, Nurdin Halid (NH) angkat bicara soal peristiwa yang menimpa Setya Novanto alias Setnov.
Diketahui, Rabu (15/11/2017) malam, penyidik KPK mendatangi rumah Setnov yang merupakan tersangka kasus korupsi e-KTP. KPK melakukan upaya jemput paksa kepada Ketua umum DPP Golkar tersebut.

Lantas, jika pada akhirnya Setnov ‘tertangkap’ dan terjungkal di posisi 01 Golkar, akankah NH lebih memilih mengambil alih posisi tersebut? Akankah NH memilih mundur dari pertarungan Pilgub Sulsel?
Ternyata, mantan Ketua umum PSSI sekali lagi berkomitmen tidak akan mundur pada pilgub dan meninggalkan masyarakat Sulsel.

Hal itu ditegaskan NH saat mappatabe dengan masyarakat Sinjai di kediaman Andi Abdullah Asapa, di Kecamatan Sinjai Utara, Kamis (16/11/2017).

Ia mengatakan, dirinya sedang diuji dengan tanggung jawab besar yang diemban sebagai Ketua Harian DPP Golkar. Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkan langkahnya ke belakang demi kesejahteraan Sulsel Baru.

“Saat ini sebetulnya saya sedang dalam ujian. Karena situasi di Jakarta yang mungkin semua sudah melihat tadi malam. Sebagai ketua harian dituntut tanggung jawab yang sangat besar, tetapi di sisi lain, ada juga tanggung jawab yang tidak kalah besarnya, tidak kalah terhormatnya,” tuturnya.

Karena itu, pasangan Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar ini menyatakan siap menjalankan seluruh tanggung jawab yang diembannya dengan sungguh-sungguh.

“Dua-duanya harus bisa saya rakit untuk bisa secara penuh mengatasi dua persoalan yang berbeda. Di sinilah dibutuhkan kedewasaan saya, kematangan emosional, kebijakan dalam kearifan dalam menentukan keputusan,” ujarnya.

Lebih lanjut, konsistensi tersebut dijalankannya sesuai dengan ajaran kearifan lokal yang selama ini dipegang teguh masyarakat Sulsel. Yaitu, sekali layar terkembang, pantang biduk surut ke pantai.

“Ini adalah bagian dari konsistensi saya pesannya mengamalkan ajaran Latenritatta Arung Palakka, tellabu essoe ri tengngana bitarae. Kita tidak boleh bekerja setengah-setengah,” tegasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.