Kades Bersama Anaknya Jadi ‘Tumbal’ Dana Desa di Takalar

TAKALAR, LiputanLIMA.com– Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Takalar akhirnya melakukan langkah penahanan terhadap Kepala Desa Bontoloe Kecamatan Galesong, Abdul Rajab Daeng Rombo. Bersama anaknya, Abdul Wahid yang merupakan Bendahara Desa tahun 2015, Rajab digelandang ke Lapas klas II Takalar, Jumat (15/12/2017).

Kepala Seksi Pidsus Kejari Takalar, Zen Hadianto mengatakan, Kades Bontoloe bersama anaknya diduga telah melakukan tindak pidana korupsi dan telah menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 98,7 juta. “Hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan Propinsi (BPKP), ditemukan jumlah kerugian 98,7 juta,”Jelas Zen.

Untuk diketahui, pihak Kejari Takalar telah menetapkan keduanya sebagai tersangka sejak lama. Namun karena proses penghitungan jumlah kerugian yang memakan waktu lama, maka barulah penahanan dilakukan.

Zen menambahkan, sebelum diantar di lapas Takalar, kedua tersangka mengembalikan sebagian kerugian negara sebesar Rp50 juta yang langsung disetor ke Bank BRI melalui rekening titipan Kejari Takalar.

“Nanti sudah ada putusan dari pengadilan baru uang tersebut di setor di Kas Negara. Kedua tersangka terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara,” pungkas Zen Hadianto. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.