Meski Masih Punya 800 Ribu KTP, IYL-Cakka Hanya Setor Segini ke KPU

MAKASSAR, LiputanLIMA.com– Penyerahan tambahan berkas dukungan perseorangan pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) ke KPU Sulsel, Jumat (19/1/2018), dipastikan tak akan memasukkan semua stok dukungan KTP yang terkumpul.

Dari total kekurangan sekitar 3400 di verifikasi faktual tahap pertama, duet ini cukup memasukkan saja sekitar 18 kali lipat dari kekurangan atau sekitar 60 ribu KTP.

Itu dimaksudkan, selain ingin mempermudah KPU dalam melakukan verifikasi administrasi dan faktual tahap kedua, juga pertimbangan strategis pemenangan ke depannya.

Sebab bisa saja jika memasukkan semua stok cadangan dukungan sekitar 800 ribu KTP, datanya bisa ada yang mencoba membocorkan untuk kepentingan mengganggu basis pendukung IYL-Cakka di pencoblosan Juni 2018 mendatang.

“Jumlahnya kita batasi. Kemungkinannya sekitar 64 ribu dukungan,” terang Ketua Tim Rumah Kita Sulsel, Bahar Ngitung, Kamis (18/01/2018) malam.

Obama, sapaan akrab meyakini, dukungan tersebut bisa menutupi kekurangan yang dibutuhkan. Apalagi, data dukungan yang dimasukkan besok, semua sudah diteliti dan di verifikasi secara internal.

“Insya Allah, kita tidak ada masalah lagi soal dukungan di perseorangan. Sisa kita kawal dengan baik, dan memastikan data kami tidak dibegal lagi oleh oknum tertentu,” tambah Obama.

Sekadar diketahui, saat verifikasi pertama, ribuan berkas IYL-Cakka tidak di verifikasi. Banyak KPU kabupaten/kota menerima berkas tidak sesuai berita acara dari provinsi, atau berkurang saat sampai ke daerah.

Selain itu, ada dugaan sejumlah warga yang memberi dukungan tidak diverifikasi. Seperti di Maros. Bahkan, beberapa warga mengaku tidak pernah didatangi petugas untuk melakukan verifikasi.

Tak hanya itu, banyak berkas yang langsung dikategorikan tidak memenuhi syarat karena lampiran fotocopynya tercecer. Padahal itu sudah dimasukkan di Silon KPU Provinsi.

Begitu juga ada laporan jika beberapa warga diintimidasi agar tidak mengakui dukungan yang diberikan ke IYL-Cakka. Bahkan, berbagai permasalahan itu sempat diadukan tim Hukum IYL-Cakka ke Bawaslu.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.