Soal Ijazah, Advokat ini Bilang Kenapa Kandidat Gubernur Harus Takut

Viani Octavius, Advokat (Handover)

MAKASSAR, LiputanLIMA.com- Limitasi persyaratan ijazah SMA bagi kandidat di Pilkada, khususnya di Pilgub Sulsel terus mendapat sorotan. KPU sebelumnya menegaskan, kandidat kepala daerah hanya diwajibkan minimal menyetorkan ijazah SMA.

Namun, dalam hal verifikasi, seharusnya KPU turut memeriksa Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) diseluruh jenjang, mulai dari tingkat SD hingga jenjang akademik tertinggi. Hal tersebut, sesuai dengan peraturan PKPU sekaligus untuk memastikan keabsahan penggunaan ijazah.

Hal itu diungkapkan Advokat asal Sulsel, Viani Octavius merespon limitasi penyetoran minimum ijazah pada Pilkada tahun ini. Menurutnya, verifikasi ijazah disetiap jenjang diperlukan, guna mendapatkan calon pemimpin yang memiliki kredibilitas.

Olehnya itu, setiap kandidat, khususnya di Pilgub Sulsel tidak perlu terlalu khawatir tentang verifikasi ijazah di setiap jenjang. Apalagi, kata dia, mayoritas kandidat di Pilgub Sulsel saat ini, pernah menjabat sebagai kepala daerah sebelumnya. Sebut saja Nurdin Abdullah, Ichsan Yasin Limpo dan Agus Arifin Nu’mang.

“Calon atau pasangan calon yang telah memenuhi syarat baik administrasi, pendidikan medis dan terkait ketentuan lain misalnya pajak, LKPN dan sebagainya, tidak perlu bereaksi atau merespon dengan berlebihan. Kalau bersih kenapa harus takut,” kata Viani.

“Jika misal ada yang tidak memenuhi syarat, itu bukan karena ada unsur yang bersikap pribadi atau tendensius, tapi lebih sebagai implementasi dari aturan normatifnya yang harus diikuti,” ucapnya menambahkan.

Hal itu, kata dia, harus dipahami secara subtansi bahwa adanya aturan tersebut untuk menghasilkan pemimpin yang punya kredibilitas personal jujur dan berintegritas tinggi.

“Prosesnya tidak boleh ada cacat,karena jika itu ada, maka proses demokrasi ini justru akan membiarkan peradaban stagnan, karena melahirkan pemimpin yang anomali dengan kejujuran dan integritas yang rapuh,” jelasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.