Fahsar Padjalangi : Masyarakat Bone Tak Tergiur Politik Uang, Solid Menangkan NH-Aziz

BONE, LiputanLIMA.com- Petahana Calon Bupati Bone, Andi Fahsar M Padjalangi, menyerukan seluruh masyarakat untuk mengawasi jalannya pilkada serentak 2018, baik itu Pilgub Sulsel maupun Pilkada Bone. Masyarakat harus pro-aktif ambil bagian, tidak sekadar dengan berpartisipasi dalam memilih, tapi juga mengawasi pelaksanaan. Terlebih, menjelang hingga pasca-pemilihan, potensi kecurangan sangat tinggi, termasuk praktik politik uang berupa jual beli suara.

Fahsar yang juga Ketua DPD II Golkar Bone menyampaikan masyarakat harus berani melaporkan politik uang bila menemuinya di lapangan. Itu demi kehidupan demokrasi yang lebih baik. Masyarakat Sulsel secara umum tentunya tidak menginginkan daerah ini tergadai hanya karena uang Rp100-200 ribu. Kata Fahsar, jangan sampai Sulsel dipimpin oleh calon gubernur yang dimodali oleh pemodal alias cukong.

“Praktik jual beli suara di pilkada itu mencederai demokrasi, menghancurkan masa depan daerah. Makanya, jangan sampai menggadaikan nasib kita hanya untuk uang, mari pilih pemimpin dengan program terbaik. Saya minta masyarakat jangan takut untuk melaporkan praktik jual beli bila menemuinya di lapangan,” kata Fahsar, Jumat (22/6/2018).

Praktik jual beli suara, Fahsar melanjutkan erat kaitannya dengan cukong. Patut dicurigai calon gubernur yang menghamburkan materi demi menggapai kekuasaan telah menggadaikan dirinya kepada cukong. Calon gubernur berwatak demikian akan menghalalkan segala cara untuk meraih kursi kekuasaan. Ironisnya, tatkala memimpin kelak, dia akan tersandera dan hanya akan menjadi ‘boneka’ dari cukong.

“Bagaimana daerah kita bisa sejahtera kalau pemimpinnya tidak mandiri, tidak berdaulat. Kasihan rakyat menjadi korban, jangan harap angka kemiskinan, angka pengangguran dan kesenjangan bisa menurun. Malah masyarakat akan semakin menderita,” ujar pasangan Ambo Dalle ini.

Dari empat kandidat pada Pilgub Sulsel, Fahsar menggaransi pasangan nomor urut satu, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) terbebas dari cukong. Pasangan nasionalis-religius itu sejak awal telah memagari diri dan tim pemenangan untuk tidak menerima bantuan dari cukong. Seluruh dana kampanye dan pemenangan ditanggung langsung oleh NH-Aziz sendiri. Itu sudah menjadi prinsip dan komitmen membangun pemerintahan tanpa cukong.

Fahsar juga mengungkapkan masyarakat Bone adalah pemilih cerdas yang tidak akan tergiur dengan politik uang. NH-Aziz diterima oleh masyarakat Bone atas dasar ikatan emosional berkat ketokohan dan program pro-rakyat. Olehnya itu, ia menyebut kandidat lain jangan coba-coba melakukan praktik jual beli suara di Bumi Aru Palakka. “Kita siap tangkap tangan dan laporkan agar diproses sesuai aturan,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.