Lalu Zohri, Pelari Dunia yang Tak Punya Sepatu dan Hanya Latihan di Pantai

LiputanLIMA.com- Lalu Muhammad Zohri, atlet asal Lombok, Nusa Tenggara Barat berhasil menorehkan tinta emas sejarah dengan menjadi juara dunia nomor lari 100 meter dalam IAAF World U20 Championships di Tampere, Finlandia, Rabu (11/7/2018). Dia melewati garis finis dengan catatan waktu 10,18 detik.
Lalu mengalahkan dua atlet Amerika Serikat Anthony Schwartz dan Eric Harrison yang menempati peringkat dua dan tiga dengan catatan waktu masing-masing 10,22 detik.

Kakak kandungnya, Baiq Fazilah (29) langsung menangis dan sujud syukur saat mengetahui sang adik menjadi juara dunia.

“Setelah melihat videonya yang dikirim Zohri melalui WhatsApp, saya langsung menangis dan sujud sukur kepada Allah SWT,” ujar Baiq Fazilah di rumahnya di Karang Pansor Desa Pemenang Barat Kecamatan Pemenang Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis.

Dilansir Antara, keluarga bangga atas prestasi yang diraih Lalu Zohri. Apalagi kalau mengingat perjuangan keras adiknya yang berlatih di tengah keterbatasan. Karena untuk berlatih saja, Lalu Muhammad Zohri tidak menggunakan alas kaki, karena tidak memiliki sepatu.

“Dia (Lalu Muhammad Zohri) anaknya pendiam dan tidak pernah menuntut ini itu. Bahkan, kalau berlatih tidak pernah pakai alas kaki (sepatu, red), karena tidak punya,” jelasnya.

Menurutnya, bakat lari adiknya sudah terlihat sejak Lalu Zohri duduk di bangku SMP. Bahkan, guru olahraganya pun sudah memantau bakat adiknya tersebut.

“Untuk berlatih sendiri, adik saya suka latihan lari di pantai Pelabuhan Bangsal, Pemenang,” ucapnya.

Lalu Muhammad Zohri sendiri merupakan anak ke empat dari empat bersaudara Baiq Fazilah (29), Lalu Ma’rib (28), Baiq Fujianti (Almh) dan Lalu Muhamad Zohri.

Lalu Muhammad Zori lahir di Karang Pansor 1 Juli 2000. Kedua orang tua Lalu Muhammad Zohri, yakni Lalu Ahmad Yani (Alm) meninggal sekitar tahun 2017 dan Ibunya Saeriah (Almh) juga sudah meninggal sekitar tahun 2015.

“Cita-citanya mau banggakan keluarga dan buatkan rumah,” tutur Baiq Fazilah menceritakan pengakuan adiknya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.