Tingkatkan Pendapatan Petani, Dinas Pertanian Takalar Inovasi Program SUPER

Bupati Takalar Syamsari Kitta (Kanan) Bersama Kadis Pertanian Muhammad Hasbi (kiri)

TAKALAR, LIPUTANLIMA.COM- Sebagai penjabaran 22 Program Unggulan pemerintahan Syamsari Kitta-Achmad Se’re sebagai Bupati dan Wakil Bupati Takalar, Dinas Pertanian merancang berbagai program.

Teranyar adalah adanya Program SUPER yang merupakan akronim dari Sapi untuk Perguliran.
Untuk diketahui, pemkab Takalar memprogramkan 1 Ekor Sapi per 1 Kepala Keluarga Petani.
Sebagai langkah teknis, Kepala Dinas Pertanian Takalar, Muhammad Hasbi, S.STP, M.AP. merancang alur program agar rencana ini bisa terencana, terukur, dan termanfaatkan dengan baik. Tahapan program ini dikemas dalam bentuk Program SUPER (Sapi Untuk Perguliran).

“Program SUPER ini merupakan inovasi pertanian untuk mengatasi permasalahan pengadaan sapi yg selalu bersoal. Sumber masalahnya secara garis besar karena selama ini pengadaannya berbentuk bibit sapi(sapi muda).”ungkap Hasbi, Kamis (4/7/2019).

Pamong muda yang telah menduduki berbagai jabatan ini menjelaskan bahwa SUPER ini merupakan upaya percepatan pengembangbiakan sapi.

“Para peternak dulunya pesimis dengan bantuan bibit sapi. Sangat jarang berhasil karena butuh waktu lama dalam pemeliharaan sampai menghasilkan keturunan.”urainya lagi.

Di program SUPER, dirancang bibit sapi dinaikkan spesifikasinya ke indukan dengan syarat sapi tersebut sudah pernah melahirkan. Hal ini untuk memastikan bahwa sapi tersebut tidak mandul dan bisa bunting cepat.

“Untuk percepatan bunting, dinas menyiapkan tekhnologi Inseminasi buatan tanpa kawin dengan sapi jantan. Ini merupakan upaya memangkas masa pemeliharaan sapi menuju sapi produktif,”kata Hasbi.

Lantas, petani biasanya enggan memelihara ternak disebabkan tingginya resiko pencurian dan atau kematian.

“Resiko pencurian dan kematian sudah diantisipasi dengan melakukan asuransi ternak. Kami sudah kerjasama dengan asuransi jasindo untuk ternak sapi. Asuransi peternak hanya dengan membayar Rp. 40 ribu pertahun untuk program subsidi dan Rp. 200 ribu untuk program mandiri. Jika hilang klaimnya Rp. 8 juta dan jika mati klaimnya Rp. 10 juta.”ungkapnya.

Tak sampai disitu, Dinas juga punya desain untuk menekan kebiasaan buruk oknum peternak yang menjual sapi bantuan. Peternak diikat dengan perjanjian kerjasama perguliran, supaya tidak dijual dan anakan pertamanya digulirkan ke KK yang belum dapat bantuan.

“Hal ini sudah diantisipasi dengan strategi perguliran. Anakan pertama wajib dipelihara selama 1,5 tahun oleh penerima bantuan. Kemudian diserahkan ke Pemda untuk digulirkan ke KK yang belum menerima sapi. Melalui program SUPER 1 sapi 1 kk ini, proses pemeliharan, kebuntingan dan kelahiran akan berlangsung lebih cepat dan bisa menghasilkan anakan unggul yg menghasilkan tambahan pendapatan bagi masyarakat.”kunci Hasbi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.